Tradisi Angkat Rumah Tetap Hidup di Krayan Barat

Puluhan warga dan Karang Taruna Desa Kuala Belawit memindahkan rumah panggung yang dihuni empat pelajar untuk mempertahankan fungsi bangunan sekaligus melestarikan tradisi gotong royong.

NUNUKAN – Puluhan warga bersama Karang Taruna Desa Kuala Belawit, Kecamatan Krayan Barat, Kabupaten Nunukan (Nunukan), memindahkan secara utuh rumah panggung milik Juari yang dihuni empat pelajar dari luar kampung, Selasa (04/08/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk mempertahankan fungsi bangunan sekaligus melestarikan tradisi gotong royong yang diwariskan turun-temurun.

Rumah itu dipindahkan menuju lokasi baru dengan cara diangkat bersama-sama tanpa membongkar bagian bangunan. Langkah tersebut dipilih karena dinilai lebih efisien dan dapat mengurangi kerusakan material dibandingkan membongkar rumah kemudian membangunnya kembali.

Selama ini, rumah milik Juari disewakan kepada pelajar dari kampung lain yang menempuh pendidikan di Long Kiwan. Sebanyak empat pelajar masih menempati rumah tersebut.

Sepry mengatakan, pemindahan dilakukan karena kondisi rumah mulai rapuh dan bangunan itu akan kembali disewakan setelah ditempatkan di lokasi baru.

“Tradisi mengangkat rumah sudah dilakukan secara turun-temurun di Desa Kuala Belawit. Selain lebih menghemat biaya, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kekompakan, kebersamaan, dan semangat gotong royong masyarakat. Bahkan, untuk keluarga yang membutuhkan bantuan, warga sering kali membantu mengangkat rumah sebagai bentuk kepedulian,” ujar Sepry, sebagaimana diberitakan Berita Nunukan, Selasa, (04/08/2026).

Tradisi angkat rumah menjadi solusi masyarakat dalam memindahkan bangunan panggung tanpa kehilangan sebagian besar bahan konstruksinya. Puluhan warga mengangkat bangunan secara serentak, kemudian membawanya perlahan menuju lokasi yang telah ditentukan.

Keterlibatan Karang Taruna dan masyarakat juga menunjukkan bahwa gotong royong masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial warga Krayan Barat. Bantuan serupa kerap diberikan kepada keluarga yang membutuhkan tenaga maupun dukungan untuk memindahkan tempat tinggal.

Pemindahan rumah tersebut tidak hanya mempertahankan bangunan yang masih dapat dimanfaatkan, tetapi juga menjaga ketersediaan tempat tinggal bagi pelajar dari luar kampung. Tradisi itu diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bentuk kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan masyarakat. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com