Perubahan arah angin membuat kondisi udara Bontang perlu diwaspadai meski pemantauan DLH mencatat ISPU 68 atau kategori sedang, sementara warga mengeluhkan mata perih akibat udara yang diselimuti asap.
BONTANG – Perubahan arah angin menjadi salah satu faktor yang mendorong warga Bontang meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara pada Rabu (16/09/2026). Meski hasil pemantauan Pemerintah Kota Bontang masih menempatkan kualitas udara pada kategori sedang, warga mengeluhkan mata perih ketika beraktivitas di luar rumah.
Keluhan tersebut muncul di tengah kondisi udara yang terlihat diselimuti asap. Caca, warga Perumahan BTN PKT, mengatakan dirinya merasakan kondisi tersebut saat keluar rumah.
Kondisi udara itu juga mendapat perhatian karena dalam beberapa waktu terakhir terjadi sejumlah kebakaran lahan di Bontang dan sekitarnya. Situasi tersebut membuat perubahan kondisi udara perlu dicermati, terutama ketika arah angin berubah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang Heru Triatmojo mengatakan hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara masih berada pada kategori sedang. Nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat 68, dengan parameter PM2.5 menjadi penyumbang utama terhadap angka tersebut.
Berdasarkan klasifikasi ISPU, nilai 0-50 termasuk kategori baik, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, sedangkan nilai di atas 300 masuk kategori berbahaya.
Heru mengatakan nilai tersebut masih menunjukkan kualitas udara yang dapat diterima bagi kesehatan manusia. Namun, perubahan arah angin menjadi kondisi yang perlu diperhatikan masyarakat.
“Alhamdulillah masih sedang,” ungkapnya.
Heru kemudian mengingatkan warga agar menggunakan pelindung pernapasan ketika beraktivitas di luar rumah. Imbauan tersebut disampaikannya sebagaimana diberitakan Bontang Post, Rabu (16/09/2026).
“Sebaiknya menggunakan masker karena arah angin berubah menunjukkan peningkatan,” pungkasnya.
Di sisi lain, hasil pemantauan melalui laman AccuWeather pada hari yang sama menunjukkan angka 127 untuk wilayah Bontang. Berdasarkan klasifikasi platform tersebut, angka itu berada dalam kategori tidak sehat.
Perbedaan hasil pemantauan tersebut menunjukkan masyarakat perlu memperhatikan sumber informasi dan perkembangan kondisi udara secara berkala. Terlebih, perubahan arah angin dapat memengaruhi kondisi udara yang dirasakan di suatu wilayah.
Bontang Post masih berupaya meminta keterangan Kepala Dinas Kesehatan Bontang Toetoek Pribadi Ekowati mengenai kondisi udara tersebut, termasuk imbauan penggunaan masker bagi masyarakat. Hingga berita ini ditulis, belum ada respons yang diterima. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan