Ular kobra sepanjang sekitar satu meter ditemukan bersembunyi di dalam ban bekas yang digunakan siswa SDN 005 Nunukan Selatan untuk duduk dan bermain, mendorong peringatan agar lingkungan sekolah rutin diperiksa.
NUNUKAN – Keberadaan barang bekas di area bermain sekolah menjadi perhatian setelah seekor ular kobra sepanjang sekitar satu meter ditemukan bersembunyi di dalam ban mobil bekas yang digunakan sebagai tempat duduk siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 005 Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), Selasa (11/08/2026). Petugas mengingatkan pihak sekolah rutin memeriksa fasilitas dan barang di lingkungan sekolah untuk mencegah risiko hewan berbahaya.
Ular berbisa tersebut ditemukan sekitar pukul 14.40 Waktu Indonesia Tengah (Wita) saat jam istirahat di halaman SDN 005, Jalan Panamas, Rukun Tetangga (RT) 02, Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan. Sejumlah siswa yang semula bermain di sekitar lokasi menjadi takut setelah mengetahui keberadaan ular di dalam ban.
Guru SDN 005 Rante Lewa Padang mengatakan, ular ditemukan di dalam ban mobil bekas yang sebelumnya dimanfaatkan anak-anak untuk duduk dan bermain. Mengetahui kondisi tersebut, ia segera meminta para siswa menjauh dari lokasi kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Petugas penyelamatan atau rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Selatan kemudian mendatangi sekolah dengan membawa peralatan evakuasi. Tim dipimpin Komandan Regu (Danru) Saleh untuk mengamankan ular sebelum membahayakan siswa maupun warga sekolah.
“Saat tiba di TKP, ular kobra masih berada di dalam ban bekas tersebut, dengan sedikit sentuhan menggunakan stik lalu dijepit dengan kuat, ular berhasil ditangkap dan diamankan,” kata Saleh, sebagaimana dilansir Simp4tik, Selasa, (11/08/2026).
Proses evakuasi berlangsung sekitar lima menit tanpa kendala berarti. Petugas menggunakan tongkat dan alat penjepit untuk mengeluarkan sekaligus mengamankan ular dari dalam ban, sementara proses penanganan tersebut turut disaksikan anak-anak dari jarak aman.
Setelah evakuasi selesai, Saleh mengingatkan pihak sekolah agar memberikan perhatian khusus terhadap barang-barang bekas yang ditempatkan di lingkungan sekolah, terutama yang digunakan sebagai fasilitas bermain. Ban bekas maupun benda lain yang memiliki rongga dapat menjadi tempat persembunyian hewan sehingga perlu diperiksa sebelum digunakan anak-anak.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin terhadap lingkungan dan fasilitas bermain sekolah, terutama barang bekas yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular atau hewan berbahaya lainnya. Langkah pencegahan dan pengawasan diharapkan dapat mengurangi risiko serta memastikan siswa dapat beraktivitas di lingkungan sekolah dengan aman. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan