Porsenijar Melawi 2026: Kontingen Tanah Pinoh Tembus Empat Besar

Meraih dua emas, satu perak, dan tujuh perunggu, kontingen PGRI Kecamatan Tanah Pinoh menempati peringkat keempat Porsenijar Melawi 2026 dengan mengedepankan kekompakan dan solidaritas antarguru.

MELAWI – Kekompakan sekitar 80 guru menjadi salah satu nilai yang dibawa kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Tanah Pinoh setelah menuntaskan partisipasi dalam Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Kabupaten Melawi 2026. Selain mempererat solidaritas antarpendidik, kontingen tersebut berhasil meraih 10 medali dan menempati peringkat keempat dari 11 kecamatan peserta.

Capaian tersebut terdiri atas dua medali emas, satu perak, dan tujuh perunggu dari tiga bidang perlombaan yang diikuti. Hasil ini menempatkan Pengurus Cabang (PC) PGRI Tanah Pinoh dalam jajaran lima besar pada ajang tahunan yang mempertemukan para guru dari berbagai kecamatan di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat (Kalbar).

Ketua PC PGRI Tanah Pinoh Rahmad Fahmi menyampaikan rasa syukur atas pencapaian para peserta. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari semangat, kerja sama, dan partisipasi anggota kontingen selama mengikuti perlombaan.

“Melalui partisipasi ini, PC PGRI Kecamatan Tanah Pinoh ingin menunjukkan bahwa proses berjuang bersama dan menjaga kekompakan jauh lebih bernilai daripada sekadar trofi kemenangan,” ujar Rahmad Fahmi seusai mengikuti penutupan Porsenijar di Graha PGRI Melawi, Jumat malam (23/10/2026), sebagaimana diberitakan Melawi News, Jumat (23/10/2026).

Rahmad menegaskan, keikutsertaan para guru dalam Porsenijar tidak hanya berorientasi pada perolehan medali atau gelar juara. Baginya, kompetisi tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat persaudaraan, membangun kebersamaan, dan menjaga solidaritas di antara anggota organisasi profesi guru.

Ia menjelaskan, Porsenijar juga memberikan ruang bagi tenaga pendidik untuk mengembangkan potensi serta menyalurkan bakat dalam bidang olahraga, seni, dan pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, guru dapat menunjukkan kemampuan di luar aktivitas mengajar sekaligus membangun hubungan dengan rekan seprofesi dari berbagai sekolah.

Interaksi selama perlombaan dinilai turut membuka peluang bagi peningkatan komunikasi dan kolaborasi antarguru. Hubungan yang terjalin diharapkan tidak terbatas pada pelaksanaan kegiatan, tetapi berlanjut dalam upaya mendukung kemajuan pendidikan di daerah.

Rahmad berharap pengalaman selama Porsenijar dapat menjadi modal untuk memperkuat organisasi PGRI di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Menurutnya, semangat saling mendukung yang terbentuk dalam kompetisi perlu dipertahankan agar memberikan manfaat bagi pengembangan profesi guru.

Berakhirnya Porsenijar PGRI Melawi 2026 pun diharapkan tidak sekadar menandai selesainya persaingan antarkontingen. Bagi PC PGRI Tanah Pinoh, capaian medali dan posisi empat besar menjadi penyemangat untuk terus membangun kebersamaan, memperluas kolaborasi, serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Melawi. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *