Distransnaker Kutim berharap pembukaan kawasan industri dan masuknya investasi baru di Maloy pada 2027 dapat mempercepat pencapaian target penyerapan 50.000 tenaga kerja dalam lima tahun.
KUTAI TIMUR – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) optimistis target penyerapan 50.000 tenaga kerja dalam lima tahun yang dicanangkan Bupati Kutim dapat tercapai. Rencana pembukaan kawasan industri dan masuknya investasi baru pada 2027 diharapkan menjadi pendorong utama peningkatan kesempatan kerja di daerah tersebut.
Kepala Dinas (Kadis) Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kutim, Sulisman, mengatakan target penyerapan rata-rata 10.000 tenaga kerja per tahun tidak harus tercapai dalam jumlah yang sama setiap tahunnya. Menurutnya, kekurangan realisasi pada satu tahun dapat diimbangi melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja pada tahun berikutnya.
“Ya kami sih berharap kalau pun tidak bisa dipenuhi dalam setiap tahun 10.000, artinya dalam tahun berikutnya mungkin melebihi dari 10.000 seperti itu. Artinya dalam 5 tahun mudah-mudahan insyaallah tercapai 50.000 sesuai program Pak Bupati,” kata Sulisman saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/10/2026).
Untuk mengukur perkembangan pencapaian target tersebut, Distransnaker Kutim tengah menyiapkan konsolidasi data penyerapan tenaga kerja dari berbagai bidang. Pendataan akan mencakup program pemagangan, kerja sama pelatihan dengan perusahaan pertambangan, serta penempatan tenaga kerja melalui Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (PPKK).
Namun, Sulisman mengakui pihaknya belum menghimpun seluruh data dari bidang terkait sehingga jumlah tenaga kerja yang telah terserap belum dapat dipastikan.
“Nah ini belum sempat kami diskusikan dengan bidang terkait ini. Nanti memang harus kami kumpulkan data-data dari bidang ya. Baik dari yang proses pemagangan, apprentice, kerja sama, kemudian penyerapan dari bidang PPKK juga ada kan di bidang penempatan dan perluasan kesempatan kerja. Nah nanti kami rangkum di situ nanti berapa jumlah yang sudah terserap,” jelasnya.
Selain mengandalkan program pelatihan dan penempatan kerja, Distransnaker Kutim menaruh harapan pada pertumbuhan investasi yang diperkirakan membuka peluang kerja baru pada 2027.
Salah satu potensi penyerapan tenaga kerja berasal dari rencana masuknya investasi industri kimia di kawasan Maloy. Kehadiran perusahaan baru di kawasan tersebut diharapkan meningkatkan kebutuhan tenaga kerja sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
“Apalagi tahun depan itu kan ada banyak perusahaan yang baru buka juga ya atau masuk, kemudian yang chemical itu kan di Maloy. Harapan kami itu bisa menambah banyak permintaan tenaga kerja nanti atau karyawan di situ,” pungkas Sulisman.
Dengan adanya rencana pengembangan industri dan konsolidasi data ketenagakerjaan, Distransnaker Kutim berharap penyerapan tenaga kerja dapat meningkat secara bertahap. Realisasi investasi dan pembukaan lapangan kerja baru akan menjadi faktor penting dalam pencapaian target 50.000 tenaga kerja selama lima tahun. []
Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan