215 Jemaah Haji Berau Sempat Tertahan di Bandara Kalimarau

Keberangkatan 215 jemaah haji asal Berau sempat tertunda sekitar 2 hingga 2,5 jam sebelum akhirnya diberangkatkan ke Tanah Suci setelah pergantian armada pesawat

BERAU
– Sebanyak 215 jemaah haji asal Kabupaten Berau mendapat pesan khusus untuk menjaga kesabaran dan kesehatan setelah keberangkatan mereka dari Bandara Kalimarau sempat tertunda sekitar 2 hingga 2,5 jam akibat kendala operasional maskapai.

Keterlambatan itu terjadi sebelum para jemaah bertolak ke Tanah Suci. Penerbangan akhirnya tetap diberangkatkan setelah dilakukan pergantian armada pesawat, sebagaimana diwartakan Sumber Berita, Kamis (14/05/2026).

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas hadir langsung menemui para jemaah di Bandara Kalimarau. Ia menilai keterlambatan keberangkatan tersebut dapat menjadi pengingat awal bahwa ibadah haji membutuhkan kesabaran, kesiapan mental, dan ketahanan fisik.

“Dari awal sudah diuji kesabaran, berangkat dengan delay cukup lama. Hikmahnya tentu melatih kesabaran,” ujarnya.

Sri mengatakan, perjalanan haji bukan hanya menuntut kesiapan fisik, tetapi juga keteguhan mental. Menurut dia, para jemaah akan menghadapi kondisi yang berbeda dengan Tanah Air, mulai dari cuaca ekstrem hingga padatnya rangkaian ibadah selama berada di Arab Saudi.

“Di sana tentu kondisinya tidak sama dengan di Tanah Air. Ujian fisik juga luar biasa, apalagi cuaca yang sangat ekstrem,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kesehatan sejak awal keberangkatan. Kesehatan, kata dia, menjadi faktor penting agar jemaah mampu mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji selama kurang lebih 40 hari di Tanah Suci.

“Kesehatan sangat penting untuk mendukung perjalanan ibadah sampai 40 hari ke depan,” tuturnya.

Sri berharap keterlambatan penerbangan tidak mengurangi semangat para jemaah dalam menjalankan ibadah. Ia mendoakan seluruh jemaah haji asal Berau dapat menunaikan ibadah dengan lancar, kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat, dan meraih haji mabrur.

“Semoga semua diberi kelancaran dan pulang dalam keadaan sehat walafiat,” pungkasnya.

Keberangkatan jemaah haji asal Berau ini menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju Tanah Suci bukan hanya soal kesiapan transportasi, tetapi juga kesiapan batin, kesehatan, dan kesabaran dalam menghadapi setiap ujian selama menjalankan ibadah. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com