Sekitar 40 peserta dari Malinau mengikuti PENAS XVII di Gorontalo untuk memperluas jejaring, menyerap inovasi, dan membawa pulang pengetahuan baru bagi penguatan sektor pertanian daerah.
MALINAU – Sekitar 40 peserta dari Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), diutus membawa misi belajar, membangun jejaring, dan memperkenalkan potensi pertanian daerah dalam Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo pada 20–25 Juni 2026.
Rombongan peserta dilepas secara resmi oleh Bupati Malinau Wempi W Mawa di Ruang Laga Feratu, Senin (15/06/2026). Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau terhadap peningkatan kapasitas petani, nelayan, dan pelaku usaha pertanian, sebagaimana dilansir Pemkab Malinau, Senin, (15/06/2026).
Wempi mengatakan, keberangkatan peserta ke PENAS XVII tidak sekadar menghadiri kegiatan nasional, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk menjaga nama baik daerah dan menyerap pengetahuan baru yang dapat diterapkan di Malinau.
“Keberangkatan ini bukan hanya untuk kepentingan organisasi, tetapi membawa nama baik masyarakat Kabupaten Malinau. Harus menjadi motivasi baru, semangat baru, sekaligus membawa ilmu-ilmu baru yang dapat diterapkan di daerah,” ujar Wempi.
Menurut dia, PENAS merupakan ajang tertinggi bagi petani dan nelayan yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia. Forum tersebut dinilai strategis untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mengenalkan potensi daerah kepada peserta dari berbagai wilayah.
Wempi meminta seluruh peserta memahami bidang yang mereka wakili. Peserta diharapkan mampu menjelaskan potensi, tantangan, dan inovasi usaha masing-masing, baik di sektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, maupun bidang pertanian lainnya.
“Saya berharap peserta tidak hanya hadir sebagai penggembira. Harus mampu menunjukkan prestasi, berbagi pengalaman, sekaligus belajar dari daerah lain yang telah berhasil mengembangkan sektor pertaniannya,” tegasnya.
Ia menilai, PENAS XVII menjadi kesempatan penting bagi peserta untuk mengadopsi berbagai inovasi yang relevan dengan kebutuhan daerah. Melalui diskusi, kunjungan ke stan pameran, dan pertemuan dengan pelaku usaha dari daerah lain, peserta dapat memperoleh referensi baru terkait peningkatan produksi, pemasaran, hingga pengembangan produk unggulan.
Selain itu, Wempi mengajak peserta aktif membangun komunikasi dengan pelaku usaha dan petani sukses dari berbagai daerah. Jejaring tersebut dinilai dapat membuka peluang kerja sama dan mempercepat peningkatan kapasitas sektor pertanian di Malinau.
“Jangan lupa meminta kontak orang-orang yang berhasil. Belajar dari mereka akan membantu kita untuk ikut berhasil. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya demi kemajuan pertanian Kabupaten Malinau,” pesannya.
Wempi juga mengingatkan seluruh rombongan agar menjaga kesehatan, disiplin, serta sikap selama mengikuti kegiatan. Ia berharap peserta kembali ke Malinau dengan membawa pengalaman, pengetahuan, dan semangat baru untuk dibagikan kepada masyarakat.
Rombongan yang diberangkatkan terdiri atas unsur Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), petani andalan, Kelompok Wanita Tani (KWT), pelaku usaha pertanian, serta para pendamping. Pemkab Malinau berharap keikutsertaan peserta dalam PENAS XVII dapat memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani, penguatan jejaring usaha, dan kemandirian sektor pertanian di Bumi Intimung. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan