7 Hektare Lahan Gambut Samboja Terbakar, Petugas Berjibaku 6,5 Jam

Kebakaran lahan gambut dan semak belukar seluas sekitar tujuh hektare di Wonotirto, Samboja, berhasil dipadamkan setelah tim gabungan berjibaku selama sekitar 6,5 jam.

KUTAI KARTANEGARA – Kebakaran menghanguskan sekitar tujuh hektare lahan gambut dan semak belukar di Rukun Tetangga (RT) 003, Kelurahan Wonotirto, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (22/08/2026). Api baru berhasil dipadamkan sekitar 6,5 jam setelah kepulan asap pertama kali diketahui warga di kawasan pinggir Sungai Serayu.

Kebakaran terdeteksi sekitar pukul 13.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA) ketika warga melihat kepulan asap putih tebal dari kawasan tersebut. Informasi kemudian diteruskan kepada petugas Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Wonotirto.

Petugas MPA bersama warga tiba di lokasi sekitar pukul 13.20 WITA. Saat itu, titik api telah meluas sehingga penanganan membutuhkan dukungan lintas instansi.

Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Samboja bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Komando Rayon Militer (Koramil) Samboja, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), Manggala Agni, Palang Merah Indonesia (PMI), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), MPA, serta relawan kemudian melakukan pemadaman.

Kondisi lahan gambut yang kering dan dipenuhi semak belukar membuat api mudah merambat sekaligus menyulitkan proses pemadaman. Setelah penanganan berlangsung selama berjam-jam, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 19.30 WITA.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Samboja Mohamad Yazid mengatakan penanganan dilakukan secara terpadu untuk mencegah api merembet ke area yang lebih luas, sebagaimana diberitakan Polres Kutai Kartanegara, Minggu (23/08/2026).

“Begitu menerima laporan, personel bersama unsur terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Setelah api berhasil dikendalikan, pemantauan tetap dilakukan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api,” ujarnya.

Usai api dipadamkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Pemantauan tetap dilakukan di sekitar area terbakar untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama karena karakter lahan gambut memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan.

Dalam operasi pemadaman, petugas mengerahkan satu unit kendaraan Manggala Agni, satu unit mobil Damkar, kendaraan patroli Polsek dan Koramil Samboja, serta kendaraan PMI.

Hingga penanganan selesai, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan dan masih dalam penyelidikan. Kondisi cuaca panas dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu faktor lingkungan yang diperhatikan, namun aparat belum menetapkannya sebagai penyebab kebakaran.

Polsek Samboja mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut dan semak belukar, serta menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api.

Kecepatan laporan warga dan respons lintas instansi dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas. Pemantauan pascapemadaman juga diperlukan guna menekan risiko api kembali menyala sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Samboja. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com