Sebanyak 706 dari 730 korban dugaan keracunan MBG di Tanggulangin telah menjalani rawat jalan, sementara 23 pasien masih dirawat inap dan satu orang dalam observasi.
JAWA TIMUR – Sebanyak 706 dari total 730 korban dugaan keracunan setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan sejumlah sekolah di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), telah menjalani rawat jalan hingga Kamis (03/09/2026) sore. Sementara itu, 23 pasien masih dirawat inap dan satu pasien dalam observasi.
Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sidoarjo Lakhsmita Herawati mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi pasien yang tercatat menjalani penanganan di rumah sakit maupun fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), termasuk dokter praktik swasta, bidan, dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
“Artinya bisa dokter praktik swasta, bidan, maupun Puskesmas. Ini totalnya 730 pasien,” kata Lakhsmita saat dikonfirmasi, sebagaimana diwartakan Cnn Indonesia, Kamis, (03/09/2026).
Berdasarkan data hingga pukul 15.10 WIB, sebanyak 23 orang masih menjalani rawat inap, sedangkan 706 pasien telah diperbolehkan menjalani rawat jalan. Satu pasien lainnya masih berada dalam tahap observasi.
“Saat ini, sampai jam 15.10 data terakhir adalah masih rawat opname itu 23 orang. Kemudian yang sudah kita rawat jalankan ya, artinya sudah berobat jalan itu 706. Dan saat ini masih ada observasi pasien 1 orang,” ujar dia.
Menurut Lakhsmita, satu pasien yang masih menjalani observasi ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R.T. Notopuro Sidoarjo.
“Untuk observasi sebentar di RSUD Notopuro,” kata dia.
Kasus dugaan keracunan tersebut dialami ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam serta pelajar dari 19 sekolah di kawasan Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.
Para korban dilaporkan mengalami sejumlah gejala, antara lain mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi menu MBG pada Selasa (1/9/2026) siang.
Makanan yang dikonsumsi para korban diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin. Menu yang dibagikan terdiri atas nasi putih, orak-arik telur, tempe bumbu bali, tumis buncis dan jagung muda, serta buah apel.
“Untuk observasi sebentar di RSUD Notopuro,” kata dia.
Hingga data terakhir dihimpun, jumlah korban tercatat mencapai 730 orang. Meski sebagian besar telah menjalani rawat jalan, penanganan medis terhadap pasien yang masih dirawat dan observasi tetap dilakukan sembari menunggu perkembangan lebih lanjut terkait penyebab dugaan keracunan massal tersebut. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan