Insiden Lagi! Agen Federal Tembak Warga Sipil di Portland

PORTLAND – Insiden penembakan kembali mengguncang Amerika Serikat ketika dua warga sipil terluka dalam insiden yang melibatkan agen federal di Kota Portland, Oregon, pada Kamis (08/01/2026). Korban, seorang pria dan seorang wanita, langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.

“Dua orang dirawat di rumah sakit setelah penembakan yang melibatkan agen federal,” ujar pernyataan resmi Kepolisian Portland, sebagaimana dikutip AFP. Pihak kepolisian menegaskan bahwa personel mereka tidak terlibat langsung dalam penembakan dan baru tiba di lokasi setelah menerima panggilan darurat.

Menurut laporan stasiun televisi lokal ABC, KATU2, korban sempat mencoba menjauh ke kompleks apartemen untuk meminta bantuan setelah insiden terjadi. Polisi menambahkan, “Petugas menanggapi dan menemukan seorang pria dan wanita dengan luka tembak. Kami memasang perban dan segera memanggil tim medis darurat.”

Kantor FBI Portland sempat mengonfirmasi insiden melalui media sosial, sebelum akhirnya menghapus unggahan tersebut. Dalam keterangan singkatnya, FBI menyebut, “FBI Portland sedang menyelidiki penembakan yang melibatkan agen Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan sekitar pukul 14.15 di dekat blok 10000 Main St., di mana dua orang terluka.”

Kasus ini terjadi sehari setelah peristiwa tragis di Minneapolis, ketika Renee Nicole Good, seorang ibu berusia 37 tahun, tewas ditembak oleh agen Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE). Gedung Putih menyatakan tindakan di Minneapolis sebagai bentuk pembelaan diri terhadap terorisme domestik.

Wali Kota Portland, Keith Wilson, mengkritik keras keberadaan agen federal bersenjata lengkap di kotanya. “Hanya sehari setelah kekerasan mengerikan di Minnesota yang dilakukan agen federal, komunitas kita di Portland kini bergulat dengan insiden lain yang sangat mengkhawatirkan,” ujar Wilson. Ia menegaskan bahwa Portland tidak seharusnya menjadi medan latihan bagi agen federal bersenjata.

Wilson menambahkan, “Kita tidak bisa tinggal diam saat perlindungan konstitusional terkikis dan pertumpahan darah meningkat. Portland bukanlah ‘tempat latihan’ bagi agen-agen militer, dan kekuatan penuh pemerintah memiliki konsekuensi yang mematikan.”

Sebagai langkah tegas, Wilson menyerukan agar ICE menghentikan seluruh operasi di Portland hingga investigasi selesai dilakukan. Ia juga meminta warga tetap tenang dan tidak membalas kekerasan dengan kekerasan. “Saya menyerukan kepada setiap warga Portland untuk hadir dengan tenang dan penuh tujuan selama masa sulit ini,” pungkasnya. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com