KUTAI KARTANEGARA – Usaha olahan pangan tradisional Keminting Mini ADYATAMA terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pelaku usaha mikro yang mampu bertahan dan berkembang sejak berdiri pada tahun 2012. Usaha yang bergerak di bidang produksi keminting ini dikelola langsung oleh pemiliknya, Inil Purwati, dan berlokasi di Jalan Swadaya, Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Saat ditemui wartawan, Senin (23/02/2026), Inil Purwati menjelaskan bahwa usaha keminting mini tersebut telah dijalankannya selama lebih dari satu dekade. Dalam satu kali proses produksi, pihaknya mengeluarkan modal berkisar antara Rp500.000 hingga Rp600.000, yang digunakan untuk pembelian bahan baku, kemasan, serta biaya operasional harian.
“Dalam satu hari produksi, kami mengolah sekitar 10 kilogram bahan baku keminting yang dikemas menjadi 25 bungkus ukuran 400 gram,” ujar Inil. Selain kemasan 400 gram, Keminting Mini ADYATAMA juga menyediakan kemasan kecil 120 gram guna menjangkau konsumen dengan kebutuhan berbeda.
Dari sisi varian, produk keminting ini memiliki dua pilihan rasa, yakni original dan durian. Kedua varian tersebut cukup diminati konsumen, terutama sebagai camilan dan oleh-oleh khas daerah. Dengan kapasitas produksi yang ada saat ini, usaha tersebut mampu meraih keuntungan bersih sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta setiap bulan.
Untuk pemasaran, produk Keminting Mini ADYATAMA telah menjangkau sejumlah wilayah, antara lain Tenggarong, Samarinda, dan Balikpapan. Strategi promosi yang digunakan masih sederhana, yakni melalui media sosial Facebook dan aplikasi WhatsApp, dengan mengandalkan jaringan pelanggan tetap.
Dalam menjalankan usaha, Inil Purwati dibantu oleh empat orang karyawan yang terlibat dalam proses produksi hingga pengemasan. Namun, keterbatasan sumber daya masih menjadi tantangan yang cukup besar.
“Permintaan pasar sebenarnya cukup banyak, tetapi karena proses produksi masih manual dan belum menggunakan mesin, kami belum mampu memenuhi seluruh permintaan tersebut,” ungkapnya. Selain itu, keterbatasan tenaga kerja yang sesuai dengan kriteria juga menjadi kendala tersendiri dalam pengembangan usaha.
Meski menghadapi berbagai hambatan, Inil tetap optimistis usaha yang dirintisnya dapat berkembang ke arah yang lebih baik. Ia berharap ke depan dapat menambah peralatan produksi berbasis mesin agar kapasitas produksi meningkat dan permintaan pasar dapat terpenuhi.
Keberadaan Keminting Mini ADYATAMA di Kelurahan Bukit Biru ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi pemilik dan karyawannya, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan kuliner tradisional lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. []
Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan