Iran menuding AS melanggar kesepakatan gencatan senjata setelah melakukan serangan terhadap situs rudal dan kapal di wilayah Hormozgan.
TEHERAN – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Iran menuding militer AS melanggar kesepakatan gencatan senjata melalui serangan terbaru di wilayah selatan negara tersebut. Pemerintah Iran menyebut serangan itu sebagai tindakan ilegal yang memperburuk situasi keamanan kawasan.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran menyatakan pasukan AS menyerang situs rudal dan kapal di wilayah Hormozgan dalam 48 jam terakhir. Serangan tersebut terjadi setelah Komando Pusat AS mengumumkan operasi militer terhadap target yang disebut mencoba memasang ranjau di kawasan Teluk.
“Tentara teroris AS, yang melanjutkan tindakan ilegal dan tidak beralasan sejak gencatan senjata… telah, dalam 48 jam terakhir, melakukan pelanggaran berat terhadap gencatan senjata di wilayah Hormozgan,” kata Kemlu Iran dalam pernyataannya.
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran mengklaim berhasil menembak pesawat AS yang disebut mencoba memasuki wilayah udara Iran. Namun, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah AS terkait klaim tersebut.
Informasi mengenai meningkatnya ketegangan kedua negara itu sebagaimana dilansir Agence France-Presse (AFP), Selasa (26/05/2026). Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa serangan terbaru AS memicu reaksi keras dari pemerintah Iran yang menilai kesepakatan gencatan senjata telah dilanggar.
Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kembali menjadi sorotan internasional seiring meningkatnya aktivitas militer kedua negara. Ketegangan yang terus membesar dikhawatirkan dapat memicu eskalasi konflik lebih luas di kawasan Teluk. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan