BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Balikpapan kembali menagih realisasi pembangunan flyover di turunan Muara Rapak. Proyek yang sudah lama diwacanakan ini dinilai mendesak karena menyangkut keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, mengatakan pihaknya berharap dukungan penuh dari pemerintah provinsi. Balikpapan memiliki sepuluh anggota DPRD Kalimantan Timur dari daerah pemilihan setempat yang diharapkan turut mempercepat prosesnya.
“Kita punya 10 anggota dewan dapil Balikpapan di provinsi. Kami mohon agar pembangunan flyover di turunan Muara Rapak segera dilaksanakan,” ujar Yusri, Selasa (24/02/2026) di Gedung DPRD Balikpapan.
Menurut Yusri, dari sisi perencanaan, proyek tersebut sudah siap. Detail Engineering Design (DED) bahkan telah diselesaikan dan direview oleh Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Timur pada Januari 2025. “Kalau DED sudah ada, tinggal kapan tanggal pelaksanaannya. Tapi kami juga belum tahu anggarannya berapa, karena mengikuti harga terbaru,” tambahnya.
Berdasarkan sejumlah kajian, kebutuhan anggaran pembangunan flyover Muara Rapak diperkirakan mencapai Rp500 miliar. Rinciannya, sekitar Rp200 miliar untuk konstruksi dan sekitar Rp300 miliar untuk pembebasan lahan seluas kurang lebih 1,5 hektare.
Dalam pembahasan Musrenbang sebelumnya, kebutuhan anggaran fisik juga sempat diusulkan sekitar Rp188 miliar di luar biaya pembebasan lahan.
Yusri menegaskan, proyek tersebut merupakan kebutuhan mendesak mengingat tingginya risiko kecelakaan di kawasan Muara Rapak yang juga menjadi salah satu titik rawan kemacetan di Balikpapan.
“Harapan kami, dengan dukungan provinsi, pembangunan bisa segera dimulai. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tandasnya. []
Penulis: Desy Alfy Fauzia | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan