Kontroversi Aparat Desa Picu Kericuhan di Tayur

HULU SUNGAI UTARA – Konflik sosial mewarnai Desa Tayur, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), menyusul kontroversi yang melibatkan seorang aparat desa. Puluhan warga mendesak pengunduran diri oknum tersebut setelah dugaan perilaku yang dianggap melanggar norma dan etika aparatur desa mencuat ke publik.

Kejadian bermula pada Senin 23 Februari 2026 sekitar pukul 22.00 WITA, ketika warga mendapati seorang aparat desa pria, yang telah berkeluarga, datang ke rumah seorang rekan kerja perempuan. Aparat desa wanita tersebut diketahui berstatus janda, yang menimbulkan spekulasi dan keresahan di lingkungan sekitar.

“Kami merasa prihatin, karena perilaku ini tidak sesuai dengan tanggung jawab seorang aparatur desa yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat,” kata Hj. Yatie, perwakilan warga, Rabu (25/02/2026).

Kecurigaan warga memuncak hingga berujung pada penggerebekan di kediaman aparat desa wanita. Namun, saat warga tiba di lokasi, oknum pria diduga telah melarikan diri. Kejadian ini memicu keresahan dan pertanyaan publik terkait integritas aparat desa.

Sehari setelah insiden, Selasa 24 Februari 2026 sekitar 30 warga mendatangi kantor kepala desa untuk meminta klarifikasi. Warga kemudian melanjutkan pertemuan dengan mengunjungi kediaman oknum yang bersangkutan untuk menyampaikan tuntutan secara langsung. Sayangnya, upaya mediasi tidak membuahkan hasil signifikan. Oknum yang terlibat menolak untuk mundur, sementara Kepala Desa Tayur belum memberikan keputusan resmi atau pernyataan terkait tuntutan masyarakat.

Kekecewaan warga memuncak. Mereka berencana mengirimkan surat tuntutan resmi kepada sejumlah pihak berwenang, termasuk Ketua DPRD Kabupaten HSU, Camat Amuntai Utara, Kapolsek Amuntai Utara, dan Kepala Desa Tayur. Tujuannya, memastikan aparat desa yang bersangkutan bertanggung jawab dan menjaga kondusivitas pemerintahan desa.

Warga menekankan pentingnya tindakan tegas dari pihak berwenang untuk memulihkan kepercayaan masyarakat dan menjaga etika aparatur desa. “Kami berharap pihak terkait bisa segera turun tangan agar Desa Tayur tetap kondusif dan aparat desa kembali menjadi panutan masyarakat,” tambah Hj. Yatie. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com