Kelahiran bayi orangutan di Madrid menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran global terhadap ancaman kepunahan akibat kerusakan habitat dan perdagangan ilegal.
MADRID – Kelahiran bayi orangutan Kalimantan di Madrid Aquarium Zoo menjadi sorotan global sekaligus pengingat serius terhadap krisis konservasi satwa langka, menyusul status spesies tersebut yang masuk kategori sangat terancam punah.
Bayi orangutan dengan berat 1,5 kilogram itu lahir pada 2 April 2025 dari induk bernama Surya, setelah masa kehamilan sekitar 8,5 bulan. Momen kelahiran ini tidak hanya menjadi kabar gembira bagi pengelola kebun binatang, tetapi juga dinilai penting dalam upaya pelestarian spesies orangutan Kalimantan yang populasinya terus menurun di alam liar.
Pengelola kebun binatang membuka partisipasi publik untuk menentukan nama bayi tersebut melalui mekanisme pemungutan suara. Dalam video yang dirilis pekan ini, terlihat Surya menggendong dan merawat bayinya dengan penuh perhatian, menunjukkan perilaku keibuan yang kuat.
“Ketika bayi itu menyusu, semuanya [aktivitas Surya] berhenti. Ia tetap benar-benar diam sampai bayinya selesai, dan baru kemudian bergerak untuk makan atau melakukan hal lain. Dia benar-benar ‘supermom’,” ujar Maica Espinosa, penjaga primata di kebun binatang tersebut, sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Sabtu (18/04/2026).
Surya sendiri diketahui telah melahirkan empat anak, dan oleh para penjaga dijuluki supermom atau ibu yang luar biasa karena pola asuhnya yang intens terhadap anak-anaknya. Dalam siklus reproduksi alami, orangutan umumnya hanya melahirkan satu anak dalam rentang waktu sekitar enam tahun, bahkan bisa mencapai jarak 10 tahun antar kelahiran.
Menurut data International Union for Conservation of Nature, orangutan Kalimantan dikategorikan sebagai spesies “sangat terancam punah”. Ancaman utama berasal dari hilangnya habitat akibat deforestasi serta maraknya perdagangan satwa liar ilegal.
Kelahiran ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik internasional terhadap pentingnya pelestarian orangutan, sekaligus memperkuat dukungan terhadap program konservasi yang berkelanjutan di habitat aslinya.[]
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan