165 Anak Tewas, Iran Sumpah Balas Sampai Titik Darah Terakhir

TEHERAN – Ketegangan memuncak di Iran setelah serangan mematikan menghantam sebuah sekolah di selatan negara itu dan menewaskan ratusan anak. Dari ibu kota Teheran, Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Baqer Ghalibaf, melontarkan pernyataan keras yang menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam atas tragedi tersebut.

Serangan yang terjadi di Sekolah Shajareh Tayyebeh, Kota Minab, Provinsi Hormozgan, dilaporkan menewaskan 165 anak dan melukai hampir 100 orang lainnya. Bangunan dua lantai yang menampung siswa putra dan putri itu porak-poranda setelah dihantam serangan pada Sabtu lalu, bertepatan dengan dimulainya operasi militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Dalam keterangan yang dikutip media pemerintah Iran, Press TV, pada Rabu (4/3/2026), Ghalibaf menegaskan bahwa darah anak-anak yang tertumpah tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

“Kami tidak akan membiarkan tragedi ini berlalu tanpa pertanggungjawaban. Republik Islam Iran akan berdiri membela hak anak-anaknya dan menuntut keadilan dengan segala cara yang sah,” tegasnya.

Melalui unggahan di media sosial X, ia juga mengungkap kesedihan mendalam setelah membaca pesan seorang ibu yang kehilangan buah hatinya dalam serangan tersebut. Menurutnya, duka yang menyelimuti Minab kini telah berubah menjadi tekad nasional.

“Air mata para ibu di Minab adalah amanah bagi kami. Tekad untuk membela dan menuntut keadilan tidak akan surut, apa pun risikonya,” lanjutnya.

Di Minab, suasana berkabung masih terasa kuat. Pada Selasa pagi waktu setempat, ribuan warga memadati jalanan untuk mengikuti prosesi pemakaman massal. Peti-peti kecil dibawa dengan iringan doa dan tangis keluarga yang pecah di sepanjang rute pemakaman.

Tim penyelamat sebelumnya bekerja tanpa henti di antara puing-puing gedung sekolah yang masih mengepulkan asap. Reruntuhan bangunan menjadi saksi bisu kedahsyatan serangan yang disebut-sebut memicu kecaman luas dari pejabat Iran.

Jaksa Minab mengecam insiden tersebut sebagai tindakan keji dan tidak manusiawi. Ia menegaskan bahwa korban bukan hanya anak-anak, tetapi juga tenaga pendidik dan sejumlah orang tua yang berada di lokasi saat kejadian.

Tragedi ini semakin memperdalam ketegangan kawasan. Pemerintah Iran memberi sinyal bahwa respons atas serangan tersebut bukan sekadar pernyataan politik, melainkan bagian dari sikap resmi negara yang akan diwujudkan dalam langkah konkret. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com