Enam orang terluka dalam insiden penusukan di Stasiun Penn New York saat kota itu meningkatkan pengamanan menjelang Final NBA dan agenda olahraga besar lainnya.
NEW YORK – Insiden penusukan di Stasiun Penn, New York, Amerika Serikat (AS), melukai enam orang dan memicu sorotan terhadap keamanan publik menjelang dua agenda olahraga besar, yakni Final National Basketball Association (NBA) dan Piala Dunia sepak bola, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Senin (08/06/2026).
Wali Kota (Walkot) New York Zohran Mamdani menyampaikan, terduga pelaku telah ditahan setelah insiden tersebut terjadi pada Minggu (07/06/2026). Stasiun Penn merupakan salah satu pusat transportasi kereta api dan kereta bawah tanah tersibuk di AS.
“Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, enam orang ditikam dan terduga pelaku sudah ditahan,” kata Zohran.
Rincian serangan masih belum dijelaskan secara utuh oleh otoritas setempat. Namun, Pengawas Keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) New York Mark Levine menyebut pelaku diduga merupakan tunawisma yang mengalami gangguan emosional.
Gubernur New York Kathy Hochul mengecam serangan tersebut sebagai tindakan kekerasan yang mengerikan. Ia menegaskan warga berhak merasa aman saat beraktivitas di ruang publik.
“Warga New York berhak merasa aman ke mana pun mereka pergi, dan kami tidak akan pernah berhenti berupaya mewujudkan hal itu,” kata dia, dikutip AFP.
Insiden ini terjadi ketika New York tengah meningkatkan pengamanan menjelang pertandingan ketiga dan keempat Final NBA di Madison Square Garden pada Senin dan Rabu. Arena tersebut berada tepat di atas Stasiun Penn.
Sistem pemberitahuan di New York juga mengimbau masyarakat menghindari area sekitar arena dan bersiap menghadapi potensi kemacetan lalu lintas, penutupan jalan, gangguan transportasi umum, serta keberadaan petugas darurat di dekat Stasiun Penn.
Sebelum insiden penusukan, pejabat New York telah membatalkan acara nonton bareng pertandingan di Square Garden. Pembatalan dilakukan setelah polisi diserang dan 26 orang ditangkap karena sejumlah penggemar bertindak tidak tertib.
Pemerintah setempat diharapkan dapat memperkuat pengamanan di titik-titik transportasi dan pusat keramaian, terutama menjelang agenda olahraga berskala besar yang berpotensi menarik banyak massa. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan