Gempa 4,3 Guncang Iran di Tengah Konflik

TEHERAN — Iran kembali diguncang, kali ini bukan hanya oleh ledakan bom, tetapi juga oleh getaran alam. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,3 menggoyang wilayah Gerash di Provinsi Fars pada Selasa (03/03/2026) waktu setempat, di tengah situasi negara itu yang sedang dilanda serangan militer Amerika Serikat dan Israel.

Berdasarkan laporan United States Geological Survey (USGS) yang dikutip Reuters pada Selasa (03/03/2026), pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan tersebut.

Gempa terjadi saat wilayah Iran terus dihantam serangan udara intensif yang dimulai sejak Sabtu (28/02/2026). Target serangan meliputi fasilitas militer, sistem pertahanan udara, hingga pusat komando strategis milik Teheran.

Media lokal Iran melaporkan bahwa sedikitnya 13 tentara tewas dalam serangan yang menghantam pangkalan udara di Kerman, sekitar 800 kilometer tenggara Teheran. Kantor berita Tasnim dan surat kabar Hamshahri menyebut pangkalan yang menampung helikopter militer itu menjadi salah satu sasaran gempuran.

Seorang pejabat lokal di Provinsi Fars mengatakan bahwa pihaknya masih memantau dampak gempa di wilayah Gerash. “Tim tanggap darurat telah dikerahkan untuk menilai kondisi di lapangan. Sejauh ini belum ada laporan korban, tetapi kami tetap siaga,” ujarnya.

Sejak Sabtu (28/02/2026), Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terkoordinasi terhadap ratusan target di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran merespons dengan meluncurkan rudal dan drone ke berbagai target di Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Aksi saling serang ini masih terus berlangsung.

Otoritas Iran menyatakan sedikitnya 555 orang tewas akibat gelombang serangan tersebut. Pemerintah Teheran juga mengklaim ratusan tentara AS menjadi korban dalam serangan balasan mereka.

“Serangan balasan kami telah memberikan dampak signifikan terhadap kekuatan lawan,” kata seorang pejabat militer Iran dalam pernyataan terpisah. Namun, Amerika Serikat sejauh ini hanya mengonfirmasi empat tentaranya tewas.

Dengan konflik yang belum mereda dan kini disertai guncangan alam, Iran menghadapi tekanan berlapis. Di saat dentuman bom belum berhenti, getaran gempa menambah ketidakpastian bagi warga yang hidup di tengah bayang-bayang perang. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com