Tim PERNEFRI Tinjau Unit Dialisis RSUD Nunukan

NUNUKAN — Upaya menjaga kualitas layanan bagi pasien gagal ginjal terus diperkuat oleh RSUD Nunukan. Hal ini ditandai dengan kunjungan evaluasi dari Tim Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) Koordinator Wilayah Kalimantan Utara ke Unit Dialisis rumah sakit tersebut pada Rabu (04/03/2026).

Kunjungan ini merupakan bagian dari proses penilaian untuk memperpanjang rekomendasi operasional layanan hemodialisis yang selama ini digunakan oleh rumah sakit dalam memberikan terapi bagi pasien dengan penyakit ginjal kronik.

Tim visitasi melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap berbagai aspek layanan, mulai dari kesiapan fasilitas medis, kelengkapan sarana penunjang, standar operasional prosedur, hingga kompetensi tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelayanan dialisis.

Selain itu, tim juga meninjau sistem pencegahan infeksi, tata kelola limbah medis, serta mekanisme penanganan kondisi darurat yang mungkin terjadi selama prosedur hemodialisis berlangsung.

Pelaksana Tugas Direktur RSUD Nunukan dr. Andi Bau Tune Mangkau menyampaikan bahwa proses visitasi ini menjadi tahapan penting untuk memastikan layanan dialisis tetap memenuhi standar yang ditetapkan organisasi profesi.

Menurutnya, keberadaan rekomendasi dari PERNEFRI merupakan salah satu syarat utama agar layanan hemodialisis dapat terus berjalan.

“Proses visitasi ini merupakan bagian dari evaluasi untuk memperpanjang rekomendasi layanan hemodialisis. Kami memastikan seluruh persyaratan, baik teknis maupun administratif, dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar dr. Andi, sebagaimana dilansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Nunukan, Rabu (04/03/2026).

Ia menegaskan bahwa rekomendasi tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi indikator bahwa layanan yang diberikan kepada pasien telah memenuhi standar keselamatan dan kualitas pelayanan kesehatan.

“Bagi rumah sakit, rekomendasi ini mencerminkan tanggung jawab profesional dalam memastikan pelayanan dialisis aman dan layak bagi masyarakat,” katanya.

Manajemen RSUD Nunukan juga menyatakan siap menindaklanjuti berbagai catatan yang disampaikan oleh tim penilai.

Dr. Andi mengatakan setiap masukan dari tim visitasi akan dijadikan dasar untuk memperkuat mutu layanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

“Kami akan menjadikan setiap rekomendasi dari tim penilai sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan pelayanan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Visitasi PERNEFRI Korwil Kalimantan Utara dr. Gusti Hariyadi Maulana, MSc, Sp.PD-KGH menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh standar pelayanan nefrologi diterapkan secara konsisten.

Menurutnya, proses perpanjangan rekomendasi hanya dapat diberikan setelah tim memastikan kesiapan fasilitas, tenaga medis, serta sistem keselamatan pasien.

“Kami melakukan verifikasi terhadap berbagai aspek layanan. Rekomendasi perpanjangan akan diberikan apabila seluruh komponen pelayanan telah memenuhi standar yang ditetapkan,” kata dr. Gusti.

Ia juga menilai bahwa RSUD Nunukan menunjukkan komitmen yang baik dalam menjaga mutu layanan kesehatan.

“Secara umum kami melihat kesiapan yang cukup baik dari pihak rumah sakit. Ada beberapa hal yang sudah sangat optimal, sementara beberapa aspek teknis lainnya akan menjadi bagian dari evaluasi untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.

Dengan adanya proses visitasi tersebut, diharapkan layanan hemodialisis di RSUD Nunukan dapat terus beroperasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya bagi pasien penyakit ginjal kronik di wilayah perbatasan Kalimantan Utara. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com