Baru Pulang dari Rumah Sakit, Rahman Dapat Kabar Rumahnya Terbakar

BANJARMASIN – Musibah berturut-turut menimpa seorang warga bernama Rahman (35) yang tinggal di kawasan Pasar Ujung Murung, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Setelah ibunya mengalami luka serius akibat tertimpa bangunan ambruk, rumah yang ditempatinya bersama keluarga justru hangus dilalap api pada Jumat (13/03/2026) menjelang waktu berbuka puasa.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di kawasan padat bangunan di Pasar Ujung Murung. Api dengan cepat menjalar karena sebagian besar bangunan di lokasi terbuat dari material kayu.

Sehari sebelumnya, Kamis (12/03/2026), ibu Rahman bernama Suwarni (56) menjadi korban tertimpa dinding beton dari bangunan yang roboh di area pasar tersebut. Insiden itu membuat Suwarni mengalami patah tujuh tulang rusuk dan harus menjalani tindakan operasi di RSUD Ulin Banjarmasin.

Rahman mengaku saat kebakaran terjadi dirinya tidak berada di rumah. Ia baru saja kembali dari rumah sakit setelah mendampingi ibunya yang sedang menjalani perawatan. “Saya baru saja pulang dari rumah sakit setelah menemani ibu. Tidak lama kemudian saya mendapat telepon yang memberi tahu rumah saya terbakar. Saat itu memang tidak ada orang di rumah,” ujar Rahman.

Setelah dari rumah sakit, Rahman berencana menuju kawasan Sungai Lulut untuk berbuka puasa. Namun rencana itu berubah ketika kabar kebakaran rumahnya diterimanya melalui telepon.

Rahman mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang di rumahnya karena api sudah terlanjur membesar. “Saat saya mendapat kabar, api sudah membesar sehingga semua barang di rumah tidak sempat diselamatkan,” katanya.

Pantauan di lokasi menunjukkan kobaran api dengan cepat melahap sejumlah bangunan. Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api mudah menyebar ke bangunan di sekitarnya.

Tak lama setelah kebakaran terjadi, sejumlah unit pemadam kebakaran langsung datang ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Setelah api berhasil dipadamkan, terlihat beberapa bangunan mengalami kerusakan cukup parah, termasuk rumah milik Rahman.

Selain itu, kebakaran juga berdampak pada sejumlah bangunan lain di sekitar lokasi, salah satunya Losmen Sinar Amandit yang mengalami kerusakan cukup berat.

Ketua RT setempat, Nuruddin, mengatakan sebelum api membesar ia sempat mendengar suara ledakan dari arah lokasi kebakaran. “Saya sempat mendengar dua kali suara ledakan sebelum api membesar. Mungkin berasal dari tabung gas atau sumber lain, tetapi penyebab pastinya kami belum tahu,” kata Nuruddin.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan pendataan sementara, tujuh bangunan terdampak dalam peristiwa tersebut. “Tiga bangunan terbakar habis, sedangkan empat bangunan lainnya mengalami kerusakan, termasuk losmen yang berada di sekitar lokasi,” jelasnya.

Meski kebakaran cukup besar, Nuruddin memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Saat ini aparat kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

Bagi Rahman, kejadian ini menjadi pukulan berat karena harus menghadapi dua musibah dalam waktu berdekatan: ibunya yang masih menjalani perawatan akibat tertimpa bangunan serta rumahnya yang hangus terbakar. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com