Selat Hormuz Tak Ditutup Total, Iran Hanya Sasar “Musuh”

Iran tetap membuka Selat Hormuz bagi negara non-konflik sambil membatasi akses bagi pihak yang dianggap musuh di tengah eskalasi geopolitik.

TEHERAN – Pemerintah Iran menerapkan pembatasan selektif di Selat Hormuz dengan tetap membuka jalur pelayaran bagi negara-negara non-konflik, meski ketegangan militer dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel menyebabkan gangguan signifikan terhadap arus energi global.

Kebijakan tersebut ditegaskan otoritas Iran yang menyatakan bahwa kapal dari negara yang tidak terlibat konflik tetap diizinkan melintas dengan koordinasi militer Teheran, sebagaimana dilansir Trt World, Selasa (17/03/2026). Langkah ini menunjukkan Iran tidak sepenuhnya menutup jalur strategis tersebut, melainkan membatasi akses hanya bagi pihak yang dianggap sebagai “musuh”.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, menyebut bahwa sejumlah kapal tanker minyak masih diperbolehkan melintasi Selat Hormuz dalam kondisi tertentu.

Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz hanya akan ditutup untuk “musuh-musuh dan pihak-pihak yang mendukung agresi mereka”.

Pernyataan serupa disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, yang menekankan bahwa pelayaran internasional tetap difasilitasi secara terbatas.

“Kapal-kapal milik negara-negara yang tidak terlibat dalam perang telah diizinkan untuk melintasi Selat Hormuz dengan koordinasi dan izin dari militer Iran,” kata Baghaei.

Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya konflik antara Iran dengan AS dan Israel yang telah berlangsung lebih dari dua pekan. Ketegangan tersebut berdampak langsung pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital bagi distribusi energi dunia.

Selat Hormuz diketahui menjadi lintasan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia serta gas alam cair (liquefied natural gas). Gangguan terhadap jalur ini memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi.

Meski demikian, beberapa kapal dari negara seperti India, Pakistan, Bangladesh, dan Turki dilaporkan tetap dapat melintas dengan aman dalam beberapa hari terakhir. Otoritas India bahkan menyebut dua kapal tanker mereka yang mengangkut gas minyak cair (liquefied petroleum gas) berhasil melewati Selat Hormuz tanpa insiden pada Sabtu (14/03/2026).

Selain itu, kapal tanker berbendera Pakistan bernama Karachi dan kapal berbendera Turki bernama Rozana juga dilaporkan berhasil melintasi jalur tersebut setelah memperoleh izin dari otoritas Iran.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Iran menerapkan kebijakan kontrol terbatas terhadap jalur strategis tersebut, yang berpotensi memengaruhi stabilitas energi global sekaligus menjadi instrumen tekanan dalam konflik geopolitik yang sedang berlangsung. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com