Kebakaran Apartemen Mediterania, 20 Penghuni Dilarikan ke RS Akibat Asap

Kebakaran yang diduga berasal dari panel listrik di basement Apartemen Mediterania menyebabkan 20 penghuni mengalami sesak napas dan harus dirujuk ke rumah sakit, tanpa korban jiwa.

JAKARTA – Kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran yang terjadi di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Kamis (30/04/2026) pagi, meskipun puluhan penghuni sempat mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap tebal.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Jakarta Barat, Twedi Aditya Bennyahdi, mengungkapkan sedikitnya 20 penghuni harus dirujuk ke sejumlah rumah sakit setelah mengalami sesak napas. “Terkait kondisi kesehatan, terdapat beberapa penghuni yang mengalami sesak napas dan telah dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya kepada wartawan, sebagaimana diberitakan Cnn indonesia, Kamis (30/04/2026).

Para penghuni tersebut mendapatkan penanganan medis di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain Rumah Sakit (RS) Royal Taruma, RS Pelni, RS Siloam Kebon Jeruk, dan RS Tarakan Jakarta Barat. Meski demikian, Kapolres Metro Jakbar memastikan seluruh korban dalam kondisi selamat tanpa adanya korban meninggal dunia.

Peristiwa kebakaran diduga berasal dari panel listrik yang berada di area basement gedung. Api yang muncul sempat memicu kepulan asap tebal yang menyebar melalui jalur instalasi kabel hingga mencapai lantai-lantai atas bangunan setinggi 35 lantai tersebut.

“Kami menerima informasi awal dari petugas sekuriti setempat bahwa sumber api berasal dari panel listrik di basement. Api tersebut dapat segera dipadamkan,” jelasnya.

Ia menegaskan, api tidak merambat langsung ke unit hunian warga. Informasi yang beredar di media sosial terkait adanya unit yang terbakar disebut tidak benar. “Di media sosial beredar foto yang menggambarkan seolah-olah unit terbakar dan jendela hangus. Kami tegaskan, tidak ada satu pun unit yang terdampak langsung oleh api,” tegasnya.

Meski api berhasil dipadamkan dengan cepat, asap tebal telanjur menyebar ke berbagai lantai melalui rongga kabel dan masuk ke dalam unit hunian. Kondisi inilah yang menyebabkan sejumlah penghuni mengalami gangguan pernapasan.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, proses evakuasi dan penanganan dampak terhadap penghuni menjadi prioritas utama petugas di lapangan. “Terkait penyebab kebakaran, saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Fokus utama kami saat ini adalah proses evakuasi,” pungkasnya. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com