Gambar Ilustrasi

Relawan Mengadu Soal Gaji, Operasional SPPG Disetop

Operasional dapur MBG di Sanggau dihentikan sementara akibat persoalan manajemen dan keluhan relawan terkait sistem penggajian.

SANGGAU – Persoalan internal manajemen dan keluhan pembayaran upah relawan menyebabkan operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kapuas Sungai Sengkuang, Kabupaten Sanggau, dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Penghentian operasional ini dilakukan sebagai langkah evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola organisasi dapur, menyusul laporan terkait dugaan ketidaksesuaian sistem penggajian dan potensi gangguan dalam pelaksanaan program MBG.

Koordinator Program MBG Regional Kalimantan Barat (Kalbar) Agus Kurniawi menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil sambil menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut.

“Operasional dapur SPPG Sungai Sengkuang dihentikan sementara sampai proses pemeriksaan selesai dan manajemen organisasi di lokasi tersebut dinyatakan kembali sesuai ketentuan program MBG,” kata Agus, sebagaimana dilansir Detikkalimantan, Selasa (17/03/2026).

Menurut Agus, penghentian ini berawal dari laporan Kepala SPPG setempat pada 14 Maret 2026 yang mengungkap adanya persoalan manajemen serta dugaan provokasi di kalangan relawan terkait sistem pembayaran upah yang dilakukan secara bertahap atau rapel.

“Program MBG memiliki mekanisme yang jelas, baik dalam pelayanan distribusi makanan maupun pengelolaan relawan dan tenaga kerja di dapur. Jika ada persoalan manajemen, tentu harus diselesaikan terlebih dahulu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG Kabupaten Sanggau yang juga Wakil Bupati (Wabup) Sanggau Susana Herpena mengungkapkan bahwa persoalan mencuat setelah sejumlah relawan dan karyawan menyampaikan keluhan terkait gaji yang belum dibayarkan atau tidak sesuai.

“Sabtu kemarin saya didatangi sekitar 20-an orang karyawan yang mengaku belum digaji atau gajinya tidak sesuai. Mereka sempat ditantang oleh Kepala SPPG, kalau mau melapor silakan lapor ke Ketua Satgas,” katanya.

Ia menilai persoalan tersebut perlu segera diselesaikan agar tidak mengganggu kelancaran pelaksanaan program MBG di daerah. Saat ini, BGN masih melakukan pemeriksaan terhadap aspek manajemen organisasi di dapur SPPG tersebut.

Operasional dapur SPPG Kapuas Sungai Sengkuang akan kembali dibuka setelah dinyatakan memenuhi seluruh ketentuan program, baik dari sisi manajemen, distribusi, maupun kesejahteraan tenaga kerja.

Langkah penghentian sementara ini menjadi bagian dari upaya memastikan program MBG berjalan optimal, tidak hanya dari sisi kualitas makanan, tetapi juga tata kelola organisasi dan perlindungan terhadap tenaga kerja yang terlibat. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com