Pemkab Nunukan menghadapi tantangan rendahnya minat masyarakat bertani meski dukungan sarana dan pembukaan lahan terus dilakukan.
NUNUKAN – Rendahnya minat masyarakat untuk terjun ke sektor pertanian menjadi tantangan utama dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), meskipun pemerintah daerah terus membuka peluang dan menyediakan lahan pertanian.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menilai persoalan ini berpotensi menghambat keberlanjutan produksi pangan jika tidak diimbangi dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di bidang pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Nunukan Masniadi mengungkapkan bahwa ketersediaan lahan belum sejalan dengan antusiasme masyarakat untuk menjadi petani.
“Walaupun kita membuka lahan sawah, minat sebagian masyarakat untuk menjadi petani masih relatif rendah,” ujarnya, sebagaimana dilansir SIMP4TIK, Selasa (17/03/2026).
Menurutnya, penguatan sektor pertanian tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga harus disertai peningkatan kapasitas SDM, baik bagi petani padi sawah maupun padi gogo.
“Selain membangun sarana dan prasarana, peningkatan SDM juga menjadi perhatian utama, baik untuk petani padi sawah maupun padi gogo,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemkab Nunukan tetap memberikan dukungan kepada petani yang sudah aktif melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan produktivitas.
Masniadi menyebutkan bahwa bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian telah disalurkan ke sejumlah wilayah sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan lahan yang lebih efisien.
“Bantuan alat dan mesin pertanian sudah kita distribusikan ke beberapa wilayah,” katanya.
Namun, distribusi alsintan ke wilayah tertentu seperti Krayan masih menghadapi kendala akses, baik melalui jalur darat maupun udara, sehingga memerlukan strategi khusus dalam pendistribusiannya.
Ia menegaskan bahwa pemanfaatan alsintan menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi kerja petani, terutama pada lahan pertanian berskala luas.
“Jika masih menggunakan cara manual, tentu sulit mengelola lahan yang luas. Dengan alsintan, pekerjaan menjadi lebih cepat dan produktif,” jelasnya.
Pemkab Nunukan berharap, melalui kombinasi peningkatan minat masyarakat dan penguatan dukungan sarana pertanian, sektor pertanian dapat berkembang lebih optimal dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan