Gambar Ilustrasi

Cemburu Berujung Duel, Remaja Putri di HSU Akhirnya Berdamai

Perkelahian dua remaja putri di Hulu Sungai Utara yang viral di media sosial diselesaikan melalui mediasi dengan melibatkan orang tua dan instansi terkait.

HULU SUNGAI UTARA – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Hulu Sungai Utara (HSU) menempuh pendekatan pembinaan dan mediasi dalam menangani kasus perkelahian dua remaja putri di Desa Pulau Tambak, Kecamatan Amuntai Selatan, yang videonya sempat viral di media sosial (medsos).

Langkah tersebut diambil setelah kedua pelaku yang masih di bawah umur sepakat berdamai dalam proses klarifikasi yang digelar pada Kamis (19/3/2026) di Ruang Pelayanan Publik Polres HSU, dengan melibatkan orang tua, aparat desa, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten HSU.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres HSU Ajun Komisaris Polisi (AKP) Teguh Kuatman menjelaskan bahwa insiden tersebut dipicu persoalan kecemburuan yang berkembang melalui interaksi di medsos. “Dari situ, keduanya kemudian sepakat untuk bertemu dan berkelahi di lokasi yang telah ditentukan,” ujarnya, sebagaimana dilansir Radar Banjarmasin, Kamis (19/03/2026).

Perkelahian tersebut kemudian direkam oleh sejumlah rekan mereka dan beredar luas di medsos, sehingga memicu perhatian publik. Sebagian dari perekam video diketahui juga masih berstatus anak di bawah umur.

Dalam proses penyelesaian, kedua pelaku menyatakan kesediaan untuk berdamai dan tidak mengulangi perbuatannya. “Kedua pelaku sudah berdamai dan disaksikan oleh orang tua, serta pihak terkait, dan selanjutnya pihak DPPPA HSU akan melakukan pembinaan secara mendalam bagi kedua anak di bawah umur ini,” tambah Teguh.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) HSU Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Agus Nuryanto melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Inspektur Polisi Satu (Iptu) Asep mengimbau masyarakat, khususnya remaja, agar lebih bijak dalam menggunakan medsos dan tidak mudah terprovokasi.

Ia menekankan pentingnya penyelesaian masalah secara damai tanpa kekerasan. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif serta menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPPPA HSU Hermani Johan menegaskan bahwa peran keluarga dan lingkungan sangat penting dalam membentuk perilaku anak. Ia berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran agar remaja tidak terjerumus dalam konflik yang berujung kekerasan.

“Pengawasan orang tua dan edukasi yang berkelanjutan sangat diperlukan agar anak-anak kita terhindar dari perilaku negatif, termasuk penyalahgunaan media sosial,” katanya.

Selain itu, pihak yang merekam dan menyebarkan video perkelahian tersebut juga telah menyampaikan permohonan maaf. Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan literasi digital serta pengawasan terhadap aktivitas anak di ruang publik maupun dunia maya.[]

Penulis: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com