Aparat keamanan AS melakukan lockdown Gedung Putih setelah agen USSS menembak pria bersenjata di dekat National Mall.
WASHINGTON – Pengamanan di kawasan Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat (AS), sempat diperketat hingga dilakukan lockdown setelah agen Secret Service Amerika Serikat (United States Secret Service/USSS) menembak seorang pria bersenjata di pusat kota, Senin waktu setempat.
Insiden tersebut terjadi di dekat kawasan National Mall, tidak lama setelah iring-iringan kendaraan yang membawa Wakil Presiden AS, JD Vance, melintas di area tersebut. Aparat keamanan bergerak cepat dengan menutup akses di sekitar Gedung Putih guna mengantisipasi potensi ancaman lanjutan.
Wakil Direktur (Wadir) USSS Matthew Quinn menyatakan bahwa pihaknya belum menemukan indikasi bahwa Wakil Presiden menjadi target dalam kejadian tersebut. Ia juga menegaskan belum dapat mengaitkan insiden ini dengan peristiwa lain. Quinn mengatakan dia tidak percaya bahwa wakil presiden adalah target yang dituju. Ia mengaku tidak dapat berspekulasi apakah itu terkait dengan upaya pembunuhan baru-baru ini terhadap Presiden Donald Trump.
Hingga kini, identitas pria bersenjata tersebut serta motif aksinya masih dalam penyelidikan aparat keamanan setempat. Penembakan dilakukan sebagai respons terhadap ancaman langsung yang dinilai membahayakan keselamatan publik dan pejabat negara di lokasi kejadian.
Peristiwa ini sebagaimana diberitakan Detiknews, Selasa, (05/05/2026), yang mengutip perkembangan situasi keamanan di ibu kota AS.
Insiden tersebut kembali menyoroti tingginya standar pengamanan di sekitar Gedung Putih serta kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi potensi ancaman terhadap pejabat tinggi negara, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas keamanan publik di wilayah strategis tersebut.[]
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan