UEA menegaskan hak untuk merespons setelah berhasil mencegat serangan rudal dan drone yang diduga diluncurkan dari Iran.
ABU DHABI – Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan siap mengambil langkah balasan setelah sistem pertahanan udaranya berhasil menggagalkan serangan rudal dan drone yang diduga diluncurkan dari Iran ke wilayahnya pada Senin (04/05) waktu setempat.
Kementerian Pertahanan UEA melaporkan bahwa sedikitnya 15 rudal dan empat drone berhasil dicegat dalam rentetan serangan tersebut. Rinciannya mencakup 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, serta empat drone yang diluncurkan menuju wilayah UEA.
Meski sebagian besar serangan berhasil digagalkan, insiden itu tetap menimbulkan korban. Sedikitnya tiga orang dilaporkan mengalami luka dengan kategori cedera sedang akibat dampak serangan.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Pertahanan UEA menegaskan bahwa pihaknya memiliki “hak penuh dan sah” untuk merespons serangan tersebut. Sikap ini menandakan potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang semakin meningkat.
Peristiwa ini terjadi di tengah memanasnya ketegangan antara Iran dan sejumlah negara di kawasan, dengan serangan yang disebut berasal dari wilayah Iran menjadi salah satu insiden terbaru dalam rangkaian konflik tersebut.
Informasi ini sebagaimana dilansir Al Arabiya, Selasa, (05/05/2026), yang mengutip keterangan resmi otoritas pertahanan UEA.
Dengan posisi strategis UEA sebagai pusat ekonomi dan jalur perdagangan internasional, insiden ini dikhawatirkan berdampak pada stabilitas keamanan regional serta aktivitas ekonomi global jika konflik terus berlanjut.[]
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan