Jalur Batulicin–Kandangan Kembali Normal Usai Longsor

Jalur alternatif Batulicin–Kandangan kembali normal setelah pembersihan material longsor akibat hujan deras di kawasan perbukitan Mantewe.

TANAH BUMBU – Arus lalu lintas di jalur alternatif Batulicin–Kandangan kembali normal setelah sempat lumpuh akibat longsor yang menutup badan jalan di kawasan perbukitan Desa Emil Baru, Kecamatan Mantewe.

Akses jalan yang sebelumnya terhambat sejak Sabtu (28/03/2026) kini telah dapat dilalui kendaraan dari dua arah tanpa kendala. Normalisasi ini merupakan hasil kerja cepat tim gabungan yang melakukan pembersihan material longsor menggunakan alat berat.

Kapolsek Mantewe, Kusnin, menyampaikan bahwa arus lalu lintas kembali lancar sepenuhnya pada Ahad (29/03/2026) sekitar pukul 11.40 WITA.

“Arus lalu lintas kembali lancar sepenuhnya pada pukul 11.40 Wita,” ujarnya, sebagaimana dilansir Radar Banjarmasin, Minggu, (29/03/2026).

Longsor sebelumnya terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut, sehingga material tebing runtuh dan menutup jalan di dua titik, yakni kilometer 64 dan 66. Kondisi ini sempat mengganggu mobilitas warga serta distribusi logistik di jalur penghubung Kabupaten Tanah Bumbu dengan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Selain melakukan pembersihan, petugas juga mengatur arus lalu lintas guna mengurai kepadatan kendaraan yang sempat terjadi akibat penutupan jalan.

Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikan melalui BPBD Tanah Bumbu, wilayah tersebut masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang selama periode 25–31 Maret 2026, yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Kondisi tersebut membuat kawasan perbukitan, termasuk jalur alternatif Batulicin–Kandangan, masih rawan terjadi longsor susulan, terutama saat tanah dalam kondisi jenuh air.

Meski arus lalu lintas telah kembali normal, pihak kepolisian mengimbau pengguna jalan untuk tetap waspada saat melintas di kawasan tersebut.

“Kami mengimbau pengguna jalan tetap berhati-hati, karena kondisi lereng masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan,” tambahnya.

Normalnya kembali jalur tersebut diharapkan dapat memulihkan aktivitas masyarakat dan distribusi logistik, meski kewaspadaan tetap diperlukan mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung. []

Penulis: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com