Komunitas pushbike pertama di Tanah Grogot berkembang pesat dan menjadi wadah olahraga anak sekaligus tren baru aktivitas fisik di Kabupaten Paser.
PASER – Komunitas olahraga sepeda tanpa pedal (pushbike) resmi hadir di Tanah Grogot, Kabupaten Paser, sebagai alternatif aktivitas fisik bagi anak-anak usia dini. Berdiri sejak 2 November 2025, komunitas ini menjadi pelopor olahraga pushbike di wilayah tersebut dan kini telah menghimpun hampir 40 peserta dari berbagai usia.
Pembentukan komunitas ini diprakarsai oleh Heri sebagai pencetus sekaligus pelatih. Ia menyebut, komunitas tersebut lahir dari tingginya minat orang tua terhadap kegiatan olahraga anak, serta terinspirasi dari komunitas serupa di Balikpapan dan Samarinda.

“Jadi awalnya saya ini pelatih sepatu roda, kemudian ada usulan dari beberapa orang tua peserta yang ingin ada kegiatan pushbike, seperti yang ada di balikpapan dan Samarinda, akhirnya kita sepakat untuk membentuk komunitas ini”, papar Heri saat ditemui Jumat (03/04/2026).
Komunitas pushbike ini membuka keanggotaan bagi anak usia 2 hingga 12 tahun. Namun, dalam praktiknya, anak usia di bawah 3 tahun dinilai kurang fokus saat latihan, sehingga sebagian orang tua memilih untuk menghentikan keikutsertaan anaknya. Saat ini, mayoritas anggota aktif berusia di atas 3 tahun.
“Untuk latihan fisik anak-anak kita ada lari, joging. Jadwal latihan kita ada di hari Senin sore, Selasa sore, dan Kamis malam. Biasanya dari pukul 16.30 sampai 18.00. Kalau malam kita dari jam 19.30 sampai 21.00. Latihannya kita biasa di halaman Masjid Agung, atau di Taman Kota di jalur dua”, tambahnya.
Kegiatan latihan rutin dilakukan di sejumlah ruang terbuka publik, seperti halaman Masjid Agung Tanah Grogot dan kawasan taman kota. Materi latihan mencakup penguatan fisik dasar seperti lari dan jogging, yang disesuaikan dengan usia anak.
Dalam operasionalnya, komunitas ini menggunakan sistem iuran bulanan sebesar Rp100.000 per anak. Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan kas, honor dua pelatih, serta pembelian perlengkapan latihan seperti roller. Sementara itu, sepeda dan perlengkapan keselamatan disediakan secara mandiri oleh masing-masing anggota.
Meski tergolong baru, komunitas ini telah menunjukkan eksistensinya melalui partisipasi dalam ajang Ramadhan Sport Fest yang digelar oleh Kepolisian Resor (Polres) Paser. Dari total anggota, sebanyak 23 peserta ikut ambil bagian dalam perlombaan tersebut.
“Dari total peserta, ada sekitar 23 yang ikut berpatisipasi dalam kegiatan tersebut. Peserta yang ikut, rata-rata berusia 4 hingga 9 tahun”, pungkasnya.
Dalam sistem perlombaan, peserta dibagi ke dalam dua kategori, yakni kelas pro dan pemula. Kelas pro umumnya diikuti oleh anak usia di atas 5 tahun, sedangkan kelas pemula diperuntukkan bagi anak usia 4 hingga 5 tahun. Ke depan, komunitas ini diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan olahraga anak sekaligus mendorong gaya hidup aktif sejak usia dini di Tanah Grogot. []
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan