Pemerintah Indonesia memperluas upaya diplomasi budaya untuk memulangkan keris-keris bersejarah milik tokoh perjuangan dari luar negeri.
JAKARTA – Pemerintah Indonesia memperluas upaya diplomasi kebudayaan dengan menargetkan pemulangan kembali sejumlah keris bersejarah yang saat ini tersimpan di luar negeri. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari penguatan identitas budaya nasional melalui penelusuran dan pengembalian benda pusaka yang memiliki nilai historis tinggi.
Kepala Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Fadli Zon menyampaikan bahwa proses permintaan repatriasi dilakukan terhadap berbagai keris yang memiliki keterkaitan dengan tokoh perjuangan bangsa. “Sejumlah keris sekarang ini kita minta kembali repatriasi karena merupakan keris-keris bersejarah yang menjadi ageman tokoh-tokoh perjuangan ketika itu,” katanya dalam acara peringatan Hari Keris Nasional di Museum Pusaka Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (23/5/2026) sebagaimana diberitakan Kompas, Minggu, (24/05/2026) ANTARA.
Ia menjelaskan, upaya tersebut tidak hanya menyasar satu atau dua koleksi, melainkan mencakup keris yang berkaitan dengan berbagai daerah dan tokoh nasional yang pernah berperan dalam perjuangan kemerdekaan. Beberapa di antaranya adalah keris milik Pangeran Diponegoro dan Tuanku Imam Bonjol, serta keris dari Bali dan Lombok yang diketahui dibawa ke luar negeri pada masa kolonial.
Pemerintah menilai pemulangan artefak tersebut penting sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya sekaligus penguatan narasi sejarah Indonesia di tingkat global. Proses repatriasi dilakukan melalui pendekatan diplomatik dan kerja sama dengan berbagai pihak internasional yang memiliki koleksi benda pusaka asal Indonesia. Upaya ini diharapkan dapat memperkaya kembali khazanah budaya nasional serta memperkuat edukasi sejarah bagi generasi muda. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan