Kecelakaan tunggal bus DAMRI di tikungan rawan Desa Penyaladi, Sanggau, menewaskan satu penumpang, melukai 20 lainnya, dan memicu evakuasi besar-besaran oleh petugas gabungan.
SANGGAU – Kecelakaan tunggal bus Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) di tikungan rawan Desa Penyaladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Minggu (05/04/2026), menewaskan satu penumpang dan menyebabkan 20 penumpang lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda. Insiden itu juga sempat memicu kemacetan sebelum petugas gabungan mengevakuasi korban dan mengatur arus lalu lintas di lokasi.
Bus bernomor polisi KB 7710 S yang melayani rute Sintang–Pontianak itu dilaporkan membawa sekitar 31 penumpang saat kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.50 WIB. Peristiwa berlangsung di salah satu tikungan yang dikenal rawan di kawasan tersebut.
Fokus penanganan pascakecelakaan langsung diarahkan pada evakuasi korban, pengamanan penumpang yang mengalami trauma, serta pengaturan lalu lintas agar antrean kendaraan tidak semakin panjang. Sejumlah unsur gabungan diterjunkan ke lokasi, mulai dari kepolisian, Bantuan Kendali Operasi (BKO) Brigade Mobil (Brimob), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga instansi terkait lainnya.
Kepala Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas (Kanit Gakkum Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Sanggau, Ade Sopiandi, mengatakan kecelakaan tersebut menimbulkan korban jiwa dan puluhan korban luka.
“Korban meninggal dunia dan yang luka-luka sudah dievakuasi ke rumah sakit. Sementara penumpang yang mengalami trauma diamankan di Polres Sanggau sambil menunggu keluarga,” ujar Ade Sopiandi sebagaimana diberitakan Suara Pontianak, Minggu, (05/04/2026).
Berdasarkan data sementara yang disampaikan petugas, satu orang penumpang meninggal dunia, 10 orang mengalami luka ringan, dan 10 orang lainnya mengalami luka berat. Seluruh korban yang membutuhkan penanganan medis telah dibawa ke rumah sakit, sedangkan penumpang yang mengalami trauma untuk sementara diamankan di Polres Sanggau.
Selain memastikan evakuasi korban, petugas juga berupaya memulihkan kondisi lalu lintas di ruas jalan tersebut. Kecelakaan itu sempat menyebabkan kemacetan karena proses penanganan dilakukan di badan jalan dan sekitar titik tikungan.
“Proses evakuasi korban telah selesai, dan kami sedang mengatur arus lalu lintas untuk menghindari kemacetan,” tambahnya.
Di tengah penanganan di lapangan, sopir bus DAMRI, Indra Oktavian, masih menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian. Hingga kini, aparat belum menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan karena penyelidikan masih berlangsung.
“Kami akan memberikan informasi lebih lanjut setelah proses penyelidikan selesai,” jelas Ade Sopiandi.
Peristiwa ini kembali menyoroti risiko keselamatan di jalur tikungan Penyaladi yang dikenal rawan kecelakaan. Setelah jalur alternatif dan rekayasa arus diterapkan, lalu lintas dilaporkan mulai berangsur normal. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut, terutama pada titik jalan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan