Terancam Karhutla, Kubu Raya Desak Bantuan Pusat

Kubu Raya mempercepat pengajuan bantuan alat pemadam kebakaran ke pemerintah pusat setelah tidak masuk daftar penerima dalam Rakornas Karhutla.

KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya, Kalimantan Barat, bergerak cepat mengajukan bantuan peralatan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke pemerintah pusat setelah wilayahnya tidak masuk daftar penerima bantuan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi dan Pengendalian Karhutla di Jakarta, Senin 6 April 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendesak menghadapi tingginya risiko kebakaran di daerah yang didominasi lahan gambut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kubu Raya, Yusran Anizam, menegaskan kebutuhan peralatan pemadam sangat krusial mengingat wilayah tersebut kerap mengalami karhutla berulang setiap tahun. “Untuk Kubu Raya kita tidak kebagian bantuan alat pemadam kebakaran,” kata Yusran di Sungai Raya, Rabu (08/04/2026), sebagaimana dilansir Antara, Rabu, (08/04/2026).

Menurutnya, karakteristik geografis Kubu Raya yang didominasi lahan gambut menjadi faktor utama tingginya potensi kebakaran. Kondisi ini diperparah dengan letak wilayah yang berdekatan dengan kawasan strategis sehingga dampak kebakaran dapat meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat maupun lingkungan.

“Karhutla di Kubu Raya ini sudah rutin terjadi dan berada dekat kawasan strategis,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, tidak masuknya Kubu Raya sebagai penerima bantuan kemungkinan dipengaruhi keterbatasan anggaran pemerintah pusat serta belum optimalnya data yang disampaikan daerah. Kondisi tersebut, kata dia, akan segera diperbaiki melalui pengajuan proposal resmi yang lebih komprehensif.

“Mungkin karena pendanaan terbatas, sehingga ada prioritas daerah tertentu,” ucapnya.

Pemkab Kubu Raya, lanjutnya, akan segera melaporkan kondisi ini kepada Bupati Kubu Raya sekaligus mempercepat proses administrasi pengajuan bantuan agar kebutuhan alat pemadam dapat segera terpenuhi.

“Kita akan buat usulan resmi untuk memohonkan bantuan, karena ini sangat mendesak,” ujar Yusran.

Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi karhutla yang berulang, sekaligus meminimalkan dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com