Pencurian kabel gardu PLN di Sungai Pinyuh terjadi hingga delapan kali, dengan pelaku diduga profesional dan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
MEMPAWAH – Aksi pencurian kabel gardu milik PLN di wilayah Sungai Pinyuh kian mengkhawatirkan setelah terjadi berulang kali. Dalam catatan Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Mempawah wilayah Sungai Pinyuh, sedikitnya delapan kasus serupa telah terjadi, termasuk insiden terbaru pada Rabu (08/04/2026) dini hari di halaman Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Desa Nusapati.
Staf teknik ULP PLN Mempawah wilayah Sungai Pinyuh, Fajar Julian, mengungkapkan bahwa pola pencurian yang terjadi menunjukkan indikasi pelaku bukan orang sembarangan.
“Dari pengamatan dan perhitungan saya dilapangan, setidaknya sudah delapan kali terjadi pencurian kabel listrik di wilayah PLN Sungai Pinyuh ini,” ungkap Fajar, sebagaimana dilansir Mempawah News, Rabu (09/04/2026).
Ia menjelaskan, teknik pemotongan kabel yang sangat rapi menjadi indikator kuat bahwa pelaku memiliki keterampilan khusus.
“Kalau pelakunya masih awam atau amatiran, hasil potongan kabel tidak akan serapi ini. Jadi, kalau saya perkirakan pelakunya sudah sangat profesional,” tambahnya.
Aksi pencurian tersebut tidak hanya merugikan secara materiil, tetapi juga berpotensi mengganggu layanan kelistrikan masyarakat. Dalam kejadian terakhir, kabel sepanjang sekitar 6 hingga 8 meter digondol pelaku, dengan estimasi kerugian mencapai Rp5 juta hingga Rp10 juta.
Sebagai langkah antisipasi, pihak PLN mulai mengganti material kabel gardu dari tembaga menjadi aluminium guna mengurangi risiko pencurian.
“Kalau sebelumnya kita menggunakan kabel tembaga, sekarang kita ganti dengan kabel alumunium. Karena, jika kami pasang kabel tembaga lagi dikhawatirkan praktik pencurian ini akan terulang lagi,” sebutnya.
Upaya pengamanan sebenarnya telah dilakukan dengan pemasangan besi pelindung di bawah kabel. Namun, pelaku tetap mampu merusaknya. Gardu yang menjadi sasaran merupakan fasilitas umum yang melayani dua jalur distribusi listrik, yakni untuk Kantor PKB Sungai Pinyuh dan masyarakat sekitar.
Kondisi ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk meningkatkan pengawasan terhadap infrastruktur kelistrikan, mengingat dampaknya tidak hanya pada kerugian finansial, tetapi juga stabilitas layanan publik. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan