gambar ilusttrasi

Teror Ular di Ruang Kelas UNDA, Sembilan Anak Ular Bermunculan

Kemunculan sembilan anak ular di ruang kelas Universitas Darwan Ali diduga berasal dari plafon berlubang, memicu langkah antisipasi dan evaluasi kondisi bangunan.

KOTAWARINGIN TIMUR
– Kemunculan berulang anak ular di ruang kelas Universitas Darwan Ali (UNDA) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), memicu langkah antisipasi dari petugas pemadam kebakaran sekaligus mendorong pihak kampus untuk memperketat pengawasan kondisi bangunan. Dalam beberapa hari terakhir, sedikitnya sembilan ekor anak ular ditemukan di dalam ruangan, diduga berasal dari sarang di bagian plafon.

Laporan awal disampaikan oleh salah satu dosen UNDA, Depi Rusda, kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Sampit pada Kamis (09/04/2026) sekitar pukul 08.33 WIB. Ia meminta bantuan karena kemunculan ular terjadi berulang kali dan berada di dalam ruang kelas. “Di tempat kami kampus Universitas Darwan Ali sudah penemuan ke 4 kali anak ular kurang lebih 9 ekor pak sejauh ini di dalam ruangan bisa di bantu pak untuk disisir,” tulis pelapor, sebagaimana dilansir Radar Sampit, Kamis (09/04/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Peleton I Damkarmat Sampit langsung menuju lokasi di Jalan Batu Berlian, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 08.46 WIB dan segera melakukan penyisiran di ruang kelas yang dilaporkan menjadi titik kemunculan ular.

Dari hasil identifikasi, ular yang ditemukan merupakan jenis ular lanang sapi (Coelognathus radiatus). Berdasarkan temuan di lapangan, kemunculan anak ular diduga berasal dari bagian plafon yang berlubang, sehingga memungkinkan adanya sarang di area tersebut.

Petugas kemudian melakukan proses pencarian atau herping di sekitar ruang kelas hingga ke bagian plafon. Namun, dalam operasi tersebut, ular tidak berhasil ditemukan. Meski demikian, upaya pencegahan tetap dilakukan dengan menyemprotkan wewangian dan menebar kapur barus di area plafon serta sekitar ruangan untuk menghalau kemunculan ulang.

Selain penanganan teknis, petugas juga memberikan edukasi kepada pihak kampus terkait langkah awal penanganan jika menemukan ular, serta sosialisasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai bagian dari kesiapsiagaan darurat.

Operasi penanganan selesai sekitar pukul 10.10 WIB dan seluruh personel kembali ke markas pada pukul 10.23 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.

Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi pengelola gedung, khususnya fasilitas pendidikan, untuk memastikan kondisi bangunan bebas dari celah yang berpotensi menjadi sarang satwa liar. Ke depan, langkah preventif seperti perbaikan plafon dan inspeksi rutin diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang kembali. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com