Pemkab Kutim mulai memanfaatkan teknologi drone untuk mempercepat proses tanam padi dan meningkatkan efisiensi serta produktivitas pertanian.
KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mulai menerapkan teknologi mekanisasi pertanian modern melalui penggunaan drone untuk menanam benih padi dalam Gerakan Tanam Padi Serentak di Kecamatan Bengalon, Kamis (09/04/2026), sebagai upaya meningkatkan produktivitas pangan dan efisiensi kerja petani.
Inovasi ini ditunjukkan dengan pemanfaatan drone yang mampu mempercepat proses tanam dibandingkan metode konvensional. Teknologi tersebut diperkenalkan dalam kegiatan yang turut dihadiri Bupati Kutim dan Komando Resor Militer (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN).
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim Dyah Ratnaningrum menjelaskan penggunaan drone memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi kerja petani.
“Jika biasanya tabela dilakukan secara manual, sekarang kita menggunakan drone. Untuk lahan seluas satu hektar, proses penanaman hanya memakan waktu 5 hingga 10 menit. Ini sangat menghemat waktu dan tenaga,” ujar Dyah.
Selain untuk penanaman benih, teknologi drone juga dirancang multifungsi, mulai dari pemupukan hingga penyemprotan pestisida secara presisi.
Dyah menegaskan modernisasi pertanian di Kutim telah dimulai sejak tahap pengolahan lahan. DTPHP Kutim kini mengoptimalkan penggunaan traktor roda empat yang mampu mengolah satu hektare lahan dalam waktu sekitar 3 hingga 4 jam.
“Kutai Timur sedang bertransformasi menuju pertanian modern. Mulai dari olah sawah, penanaman, hingga proses panen nanti, kita akan memaksimalkan alat-alat modern yang tersedia,” imbuhnya.
Namun, ketersediaan unit drone saat ini masih terbatas, yakni satu unit di brigade Dinas Pertanian dan satu unit milik kelompok tani di Kecamatan Kaubun. Melihat potensi lahan yang luas, DTPHP Kutim telah mengusulkan penambahan unit kepada Bupati untuk mendukung wilayah sentra produksi.
Adapun usulan distribusi meliputi Kecamatan Kaubun minimal tiga unit, Kecamatan Long Mesangat satu unit, Kecamatan Bengalon satu unit, dan Kecamatan Kombeng satu unit.
“Kami sudah mengajukan usulan ini kepada Pak Bupati dan mendapat respons positif. Alat-alat yang ada sebelumnya telah dimanfaatkan petani dengan sangat baik, sehingga penambahan armada ini menjadi langkah yang sangat layak,” pungkas Dyah.[]
Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan