Geger! Pelajar Berseragam Ditemukan Tewas di Muara Kali Adem

Polisi menyelidiki kematian pelajar SMA di Muara Kali Adem Tangerang dengan dugaan keterlibatan aksi tawuran setelah ditemukan luka pada tubuh korban.

BANTEN
– Aparat kepolisian mendalami dugaan keterlibatan aksi tawuran dalam kasus kematian seorang pelajar sekolah menengah atas (SMA) yang ditemukan tewas di kawasan Muara Kali Adem, Desa Karang Serang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis 9 April 2026. Korban ditemukan dalam kondisi mengenakan seragam sekolah, dengan luka pada tubuh, sehingga memicu penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kematian.

Peristiwa ini pertama kali diketahui warga setempat yang menemukan jasad korban tersangkut di batang pohon di area muara. Informasi tersebut kemudian menyebar melalui rekaman video amatir yang memperlihatkan kondisi korban saat ditemukan.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Tangerang Indra Waspada mengungkapkan korban berinisial NAW (16), seorang pelajar asal Kampung Pondok Dadap, Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan.

“Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam sekolah, salah satu sekolah swasta di wilayah Sepatan,” kata Indra dalam keterangannya, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Jumat, (10/04/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, yakni di bagian dada sebelah kanan dan tangan kanan. Temuan ini menjadi salah satu petunjuk awal dalam proses penyelidikan yang tengah dilakukan.

Selain itu, aparat juga menemukan sepeda motor yang diduga milik korban di area pemakaman yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Kendaraan tersebut ditemukan dalam kondisi terkunci stang, sehingga menambah indikasi adanya peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

“Saat ini korban dibawa ke RSUD Balaraja untuk dilakukan visum guna mengetahui penyebab pasti kematian,” ujar Indra.

Kapolresta Tangerang menambahkan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk rekan korban, guna menggali informasi terkait aktivitas terakhir korban sebelum kejadian. Berdasarkan keterangan sementara, korban diduga sempat terlibat dalam aksi tawuran.

Meski demikian, kepolisian menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak. Hal itu guna mencegah keterlibatan dalam aksi kekerasan,” ujarnya.

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan yang melibatkan remaja, sekaligus menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan generasi muda agar terhindar dari perilaku berisiko. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com