Kecelakaan antara ambulans dan mobil penumpang di Bengalon, Kutim, diduga dipicu kondisi jalan berlubang dan kurangnya kewaspadaan pengemudi.
KUTAI TIMUR – Kondisi jalan berlubang kembali memicu kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) setelah sebuah ambulans dan mobil penumpang bertabrakan di Jalan Poros Bengalon–Muara Wahau Km 102, Desa Tepian Indah, Kecamatan Bengalon, Jumat (10/04/2026) sekitar pukul 13.30 Wita. Insiden ini menyebabkan lima orang mengalami luka ringan serta kerugian material yang ditaksir mencapai Rp25 juta.
Kecelakaan tersebut melibatkan ambulans milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang dan kendaraan jenis Toyota Avanza. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini kembali menyoroti risiko keselamatan akibat kondisi infrastruktur jalan yang kurang memadai.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bengalon Asriadi menjelaskan, kecelakaan bermula saat ambulans yang dikemudikan Muhammad Nur Akbar melaju dari arah Muara Wahau menuju Bengalon. Saat melintas di titik jalan yang berlubang, pengemudi berupaya menghindari kerusakan tersebut.
Namun, manuver itu justru membuat kendaraan mengambil sebagian jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju mobil Toyota Avanza yang dikemudikan Risal menuju Muara Wahau, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
“Faktor jalan berlubang dan kurangnya kewaspadaan menjadi dugaan awal penyebab kecelakaan,” ujar Asriadi, sebagaimana dilansir Pranala, Jumat (10/04/2026).
Benturan kedua kendaraan mengakibatkan lima orang mengalami luka ringan, antara lain luka di bagian dahi, pelipis, serta lecet di beberapa bagian tubuh. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Petugas dari Kepolisian Resor (Polres) Kutim telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kecelakaan.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kutim Fauzan Arianto mengingatkan pengendara agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di ruas jalan yang mengalami kerusakan.
“Kondisi jalan yang kurang baik harus disikapi dengan ekstra hati-hati. Jangan mengambil jalur berlawanan tanpa perhitungan matang karena berisiko tinggi menimbulkan kecelakaan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama, sehingga pengendara diminta menyesuaikan kecepatan dan tetap waspada terhadap potensi bahaya di jalan. Ke depan, perbaikan infrastruktur jalan dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah kejadian serupa di Kutim. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan