Dari Tugas ke Maut, Anggota BPBD Makassar Tewas Ditabrak Truk

Anggota BPBD Makassar meninggal dunia setelah ditabrak truk saat dalam perjalanan menuju posko tugas di tengah mobilitas operasional lapangan.

SULAWESI SELATAN – Risiko tinggi dalam tugas penanggulangan bencana kembali memakan korban. Seorang anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Abu Bakar Siddiq (22), meninggal dunia setelah ditabrak truk tronton saat dalam perjalanan menuju posko tugas.

Peristiwa nahas itu terjadi di Kecamatan Tallo, Sabtu 11 April 2026 sekitar pukul 19.00 WITA, ketika korban bersama seorang rekannya berboncengan menuju posko BPBD di Kecamatan Ujung Tanah. Dalam perjalanan, kendaraan yang mereka tumpangi ditabrak dari arah belakang oleh truk tronton yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Muhamad Fadli Tahar, menegaskan bahwa korban saat itu sedang menjalankan tugas kedinasan. “Iya benar, ada anggota (BPBD) ditabrak truk saat hendak ke posko,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa seluruh personel tetap aktif bertugas tanpa penerapan work from home (WFH) maupun work from anywhere (WFA). “Kami tidak ada WFH dan WFA, kami tetap bertugas. Jadi kedua korban ini sementara bertugas. Korban menuju arah posko di berboncengan di tabrak mobil truk dari arah belakang,” ungkapnya, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Minggu, (12/04/2026).

Sementara itu, Kepolisian Sektor (Polsek) Tallo tengah melakukan penyelidikan terkait kecelakaan tersebut. Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tallo, Asfada, menyebut insiden itu melibatkan dua korban. “Iya kecelakaan itu mengakibatkan dua orang korban. Satu korban luka ringan dan satu korban meninggal dunia,” katanya.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan terjadi di Jalan Galangan Kapal saat truk bernomor polisi DD 9675 EA melaju menuju arah pelabuhan. Kendaraan berat itu kemudian menabrak korban dari belakang, diduga akibat mengalami rem blong.

“Truk itu bergerak dari arah jalan Galangan Kapal menuju pelabuhan dan menabrak korban. Sedangkan pengemudi truk sudah kami amankan,” jelasnya.

Insiden ini menyoroti tingginya risiko yang dihadapi petugas lapangan, khususnya dalam kondisi mobilitas tinggi dan waktu tugas yang tidak mengenal jeda. Diharapkan ada evaluasi terhadap aspek keselamatan berkendara serta pengawasan kendaraan berat guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com