ilustrasi

Ketapang Darurat Teror, Pembakaran Pondok Terus Berulang

Pembakaran pondok warga di Air Upas kembali terjadi dini hari, memperpanjang rangkaian teror yang telah mencapai 32 kasus dan menimbulkan keresahan masyarakat.

KETAPANG – Gelombang teror pembakaran di Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), kembali terjadi. Sebuah pondok milik warga dilaporkan hangus terbakar pada Sabtu (11/04/2026) dini hari, menambah daftar panjang insiden serupa yang kini telah mencapai 32 kasus.

Peristiwa terbaru ini terjadi sekitar pukul 00.28 WIB saat kondisi lingkungan sekitar relatif sepi. Pondok yang terbakar diketahui merupakan milik keluarga almarhum Bosan. Api dengan cepat melalap seluruh bangunan hingga tidak menyisakan bagian yang dapat diselamatkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku diduga memanfaatkan situasi sepi untuk melancarkan aksi. Hingga kini, identitas pelaku maupun motif di balik pembakaran tersebut masih belum terungkap.

Rentetan kejadian yang terus berulang membuat situasi keamanan di wilayah Air Upas menjadi sorotan serius. Peristiwa ini disebut sebagai kasus ke-32 dari serangkaian pembakaran pondok warga yang terjadi dalam kurun waktu tertentu.

Pola kejadian yang berlangsung pada waktu-waktu rawan seperti tengah malam hingga dini hari mengindikasikan adanya aksi yang terencana. Warga setempat pun diliputi rasa takut dan cemas, mengingat belum adanya kepastian hukum terhadap pelaku dari kasus-kasus sebelumnya.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Resor (Polres) Ketapang, dapat segera mengungkap pelaku serta meningkatkan pengamanan wilayah. Intensitas patroli malam dinilai perlu diperkuat guna mencegah terulangnya kejadian serupa dan meminimalkan potensi kerugian yang lebih besar.

Peristiwa ini juga menjadi ujian bagi aparat dalam menjamin rasa aman masyarakat di tengah meningkatnya aksi kriminal berbasis teror di lingkungan permukiman. Penanganan yang cepat dan tegas diharapkan mampu memutus rantai kejadian berulang yang meresahkan warga. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com