Teriakan Warga Tak Menyelamatkan, Pria Tewas Tertabrak KRL di Bogor

Pria tanpa identitas ditemukan tewas di jalur rel Bogor Tengah dan diduga melakukan bunuh diri di lokasi yang bukan perlintasan resmi.

JAWA BARAT – Aparat kepolisian menduga seorang pria tanpa identitas yang tewas tertabrak kereta rel listrik di jalur perlintasan kawasan Bogor Tengah, Kota Bogor, merupakan korban bunuh diri, setelah ditemukan di lokasi yang bukan jalur resmi penyeberangan.

Peristiwa tersebut terjadi di perlintasan rel Jalan RE Martadinata, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, pada Senin malam (13/04/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Warga setempat menemukan korban dalam kondisi tergeletak di tengah rel sesaat setelah kereta melintas.

Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Bogor Tengah, Budi Setiawan, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga terkait adanya korban tertabrak kereta di lokasi tersebut.

“Telah terjadi peristiwa seorang laki-laki yang tertabrak kereta di jalur perlintasan KAI Martadinata Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah,” kata Budi Setiawan kepada wartawan.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian sempat terdengar teriakan warga yang memperingatkan adanya kereta yang akan melintas.

“Saksi sedang berada di dalam rumah dan mendengar warga berteriak ‘kereta, berhenti’. Kemudian saksi langsung mendatangi TKP dengan membawa senter sambil mengecek situasi dan diketahui bahwa terdapat korban yang sudah tergeletak di jalur rel,” kata Budi.

Petugas kepolisian kemudian melakukan evakuasi terhadap jasad korban dari lokasi kejadian perkara (TKP) serta melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti dan keterangan.

“Sampai saat ini identitas korban belum diketahui. Diduga korban meninggal karena bunuh diri, mengingat di TKP bukan tempat penyeberangan bagi pejalan kaki,” kata Budi.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor untuk proses identifikasi lebih lanjut. Hingga kini, polisi masih berupaya mengungkap identitas korban sekaligus memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap aktivitas di jalur rel kereta api, sekaligus perlunya perhatian serius terhadap kesehatan mental di tengah masyarakat, sebagaimana diberitakan Detiknews, Selasa, (14/04/2026).[]

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com