Sistem Imigrasi Malaysia Mati Lima Jam, Antrean Mengular di Johor

Gangguan sistem nasional membuat pemeriksaan imigrasi di pos perbatasan Johor menuju Singapura dilakukan secara manual selama sekitar lima jam.

KUALA LUMPUR – Mobilitas puluhan ribu pekerja dan pelancong di perbatasan Malaysia menuju Singapura terganggu setelah sistem imigrasi nasional Malaysia mengalami gangguan selama sekitar lima jam pada Kamis (28/05/2026) pagi.

Gangguan tersebut membuat proses pemeriksaan di dua pos utama perbatasan darat Johor harus dilakukan secara manual. Kondisi itu memicu antrean panjang, terutama saat jam sibuk warga Malaysia berangkat ke Singapura untuk bekerja.

Sistem berbasis komputer di pos pemeriksaan imigrasi dilaporkan tidak berfungsi sejak sekitar pukul 04.30 hingga 09.30 waktu setempat. Akibatnya, petugas imigrasi harus memeriksa dokumen warga Malaysia dan pelancong asing secara manual.

Sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Jumat (29/05/2026), antrean panjang terjadi di Kompleks Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina Bangunan Sultan Iskandar (BSI) yang terhubung dengan Jembatan Woodlands. Gangguan serupa juga terjadi di Kompleks Sultan Abu Bakar (KSAB) yang terhubung dengan Jembatan Tuas Second Link.

Pejabat Kementerian Dalam Negeri Malaysia mengatakan, gangguan itu terjadi pada waktu yang sangat padat karena banyak warga Malaysia melintasi perbatasan untuk bekerja di Singapura.

“Kami harus mengerahkan kembali semua personel kami untuk mengoperasikan loket manual di aula bus, jalur sepeda motor, dan kendaraan,” kata pejabat tersebut.

Ia menambahkan, gangguan tidak hanya terjadi pada gerbang otomatis. Sistem pengenalan wajah yang biasa digunakan dalam pemeriksaan imigrasi juga ikut tidak berfungsi.

“Tidak hanya gerbang otomatis kami yang rusak, bahkan sistem pengenalan wajah kami pun juga tidak berfungsi.”

Gangguan pada Kamis pagi tersebut disebut memengaruhi sebagian besar dari 114 pos pemeriksaan imigrasi Malaysia di seluruh negeri. Pemerintah Malaysia kemudian mengerahkan personel keamanan tambahan untuk menjaga ketertiban di lokasi pemeriksaan.

Insiden ini menjadi gangguan besar kedua dalam waktu sekitar satu bulan. Pada 23 April 2026, gangguan serupa sempat menyebabkan ribuan pelancong tertahan selama sekitar dua jam.

Malaysia memiliki 56 titik masuk melalui laut, 30 melalui darat, dan 28 melalui bandara. Gangguan sistem imigrasi tersebut kembali menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur digital dan prosedur darurat di pintu-pintu masuk negara, terutama pada jalur perbatasan padat seperti Johor–Singapura. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com