Bangkai Buaya 3 Meter Gegerkan Warga Kotim

Penemuan bangkai buaya di Pulau Hanaut memicu kekhawatiran warga di tengah belum adanya penjelasan resmi terkait penyebab kematiannya.

KOTAWARINGIN TIMUR – Penemuan bangkai buaya berukuran sekitar tiga meter di perairan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menimbulkan kekhawatiran warga terkait keselamatan aktivitas di sekitar sungai, menyusul belum adanya kepastian penyebab kematian satwa liar tersebut.

Bangkai buaya ditemukan di wilayah Bapinang, kawasan Pulau Hanaut, oleh warga yang melintas di perairan setempat. Penemuan ini kemudian menyebar luas setelah video amatir yang memperlihatkan kondisi buaya terlentang di tepi sungai beredar di masyarakat.

“Buaya mati, kurang lebih tiga meter, tidak tahu penyebabnya,” ujar seorang warga dalam video yang beredar, sebagaimana dilansir Klik Sampit, Selasa, (14/04/2026).

Warga setempat, Wuri Mandasari, membenarkan informasi tersebut dan menyebut bahwa kabar penemuan bangkai buaya memang sempat ramai diperbincangkan di lingkungan masyarakat sekitar. “Benar, di Bapinang penemuan bangkai buaya, masih di Pulau Hanaut,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi maupun penyebab kematian satwa tersebut. “Memang sempat terdengar kabarnya di sini, tapi saya kurang tahu jelas kronologinya,” tambahnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab kematian buaya tersebut, termasuk apakah berkaitan dengan faktor alami atau aktivitas manusia. Kondisi ini membuat warga diminta tetap waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, mengingat kawasan tersebut dikenal sebagai habitat satwa liar.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan dan penanganan terhadap interaksi manusia dan satwa liar di wilayah perairan, khususnya di kawasan Pulau Hanaut yang memiliki ekosistem alami. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com