Kerusakan jalan poros di Pinoh Utara menghambat mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian, sehingga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat.
MELAWI – Akses ekonomi warga di Kecamatan Pinoh Utara, Kabupaten Melawi (Melawi), Kalimantan Barat (Kalbar), terancam terganggu akibat kerusakan parah jalan poros yang menghubungkan sejumlah desa dan menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian.
Kerusakan ruas jalan yang menghubungkan Desa Sungai Raya, Manding, Natai Panjang, Merah Arai, Engkurai hingga Merpak itu dilaporkan telah berlangsung lama dan semakin memburuk, terutama saat musim hujan. Kondisi ini menyebabkan mobilitas warga tersendat dan aktivitas ekonomi lokal mengalami perlambatan.
Sejumlah warga mengaku kesulitan melintasi jalan tersebut karena banyaknya lubang dan kubangan yang menghambat kendaraan. Dampaknya tidak hanya dirasakan dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga pada distribusi hasil pertanian menuju pusat perdagangan di Kota Nanga Pinoh.
“Jalan ini adalah urat nadi utama warga. Kalau rusak seperti ini, kami sangat kesulitan, apalagi saat hujan,” ujar Kancai, salah seorang warga, Sabtu18 April 2026.
Menurut warga, jalan poros tersebut memiliki peran strategis sebagai akses utama menuju ibu kota Melawi. Kerusakan yang tidak kunjung diperbaiki dinilai turut menekan produktivitas masyarakat, terutama petani yang bergantung pada kelancaran distribusi hasil panen.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur tersebut. Mereka menilai perbaikan jalan sangat mendesak demi menjaga stabilitas ekonomi dan keselamatan pengguna jalan.
“Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan mencari solusi agar jalan ini bisa diperbaiki dan dilalui dengan aman,” tambah Kancai, sebagaimana diberitakan Detiksatu, Senin (20/04/2026).
Hingga berita ini diturunkan, Pemkab Melawi melalui instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait rencana penanganan jalan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran warga akan semakin terisolasinya wilayah Pinoh Utara jika perbaikan tidak segera dilakukan, mengingat jalan tersebut merupakan jalur vital yang menopang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan