Gambar ilustrasi

Tertidur di Pasar, Tiga Pengamen Dibina Humanis oleh Satpol PP

Satpol PP Kotim mengedepankan pendekatan humanis dengan membina tiga remaja pengamen sekaligus membantu pengurusan administrasi kependudukan.

KOTAWARINGIN TIMUR – Pendekatan humanis diterapkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat menjaring tiga remaja pengamen yang tertidur di kawasan bangunan Pasar Eks Mentaya, Sabtu 18 April 2026. Selain pembinaan, petugas juga menawarkan bantuan pengurusan administrasi kependudukan bagi ketiganya.

Ketiga remaja tersebut ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB saat petugas Satpol PP Kotim melakukan patroli rutin untuk menjaga ketertiban umum. Alih-alih melakukan penindakan represif, petugas memilih membangunkan dan memberikan pembinaan secara persuasif di lokasi.

Kepala Satpol PP Kotim, Widya Yulianti, menjelaskan bahwa patroli rutin dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban masyarakat dengan pendekatan yang mengedepankan edukasi.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pendekatan humanis, agar tercipta ketertiban umum sekaligus memberikan pemahaman yang baik kepada para pengamen,” katanya, sebagaimana diberitakan Tintaborneo, Minggu (19/04/2026).

Dalam dialog dengan petugas, ketiga remaja tersebut mengaku mampu memperoleh penghasilan lebih dari Rp100 ribu per hari dari aktivitas mengamen. Namun, mereka juga mengungkapkan belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), yang menjadi salah satu kendala dalam mengakses layanan dasar.

Menanggapi kondisi tersebut, salah satu petugas Satpol PP Kotim, Mega, menawarkan bantuan untuk pengurusan dokumen kependudukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan mereka.

“Kamu temui saya ke kantor, saya bantu kamu buat administrasi kependudukan,” ujar Mega.

Sebagai bagian dari pembinaan, para remaja tersebut juga diminta membersihkan area pasar yang tampak kotor serta tidak lagi menggunakan lokasi tersebut sebagai tempat beristirahat maupun beraktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

“Kami minta maaf kepada para pedagang di sini dan kami berjanji tidak akan mengotori lagi di sini, tidak tidur lagi di sini, dan kami tidak akan mengamen lagi,” ucap salah seorang pengamen.

Upaya pembinaan ini diharapkan dapat memberikan kesadaran bagi para remaja untuk menjalani aktivitas yang lebih tertib sekaligus membuka akses terhadap administrasi kependudukan yang menjadi hak dasar warga negara. Masyarakat juga diimbau untuk turut menjaga ketertiban lingkungan dengan melaporkan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan kepada petugas terkait. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com