Prosesi adat Nyambut Panompo dalam Naik Dango III di Pontianak menegaskan peran budaya Dayak sebagai simbol penghormatan dan identitas kolektif masyarakat.
PONTIANAK – Prosesi adat Nyambut Panompo dalam perayaan Naik Dango ke-III di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), menjadi simbol kuat penghormatan kepada tamu sekaligus penegasan eksistensi kearifan lokal masyarakat Dayak di tengah arus modernisasi.
Ritual tersebut digelar dalam rangkaian Naik Dango ke-III dan melibatkan sejumlah tokoh penting yang dipanggil secara adat oleh pembawa acara. Di antaranya Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Barat (Kalbar) Krisantus, Wali Kota (Wali Kota) Pontianak atau perwakilan Dinas Pariwisata (Dispar), Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalbar, serta tokoh adat Alexius Akim.
Kehadiran berbagai unsur adat dan organisasi turut memperkuat nilai simbolik kegiatan tersebut. Tercatat Ketua DAD Provinsi Kalbar, Ketua DAD Kabupaten Mempawah, Sekjen MADN, Ketua Lembaga Pemberdayaan Dayak Nasional (LPDN), hingga perwakilan Persatuan Ketua Masyarakat Kaum Bidayuh Bahagian Serian dari Sarawak, Malaysia, ambil bagian dalam prosesi.
Prosesi Nyambut Panompo tidak sekadar seremoni penyambutan, tetapi merepresentasikan nilai penghormatan, persaudaraan, dan identitas budaya yang masih terpelihara di tengah masyarakat Dayak. Tradisi ini juga menjadi ruang interaksi lintas daerah bahkan lintas negara, memperlihatkan keterikatan budaya Dayak yang melampaui batas administratif wilayah.
Momentum Naik Dango ke-III ini sekaligus memperlihatkan bagaimana budaya lokal tetap memiliki daya tarik kuat, baik bagi masyarakat setempat maupun tamu undangan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas kolektif masyarakat adat di Kalbar, sebagaimana diberitakan Kalbarnews, Selasa (21/04/2026).
Dengan tetap dipertahankannya prosesi adat seperti Nyambut Panompo, diharapkan generasi muda dapat terus mengenal dan melestarikan warisan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan