Polisi menyelidiki dugaan kekerasan seksual terhadap siswi sekolah dasar di Pangkalan Bun yang diduga terjadi berulang dan melibatkan lebih dari satu pelaku.
KOTAWARINGIN BARAT – Kepolisian tengah menyelidiki dugaan kekerasan seksual terhadap anak yang menimpa seorang siswi sekolah dasar di wilayah Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), setelah laporan resmi disampaikan oleh keluarga korban.
Kasus ini mencuat setelah ibu korban menemukan kondisi mencurigakan pada anaknya sepulang bekerja. Saat itu, terduga pelaku disebut langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Ibu korban mengaku mengenali pria tersebut yang diketahui merupakan warga di sekitar tempat tinggal mereka.
Informasi yang dihimpun dari warga sekitar mengindikasikan peristiwa tersebut diduga telah terjadi lebih dari satu kali. Korban disebut mengalami kejadian serupa di beberapa lokasi berbeda sebelum akhirnya terungkap. “Menurut cerita ibunya, kejadian itu sudah terjadi beberapa kali. Yang terakhir baru diketahui saat ibunya pulang ke rumah,” ujar seorang warga, sebagaimana dilansir Kaltengonline, Rabu (22/04/2026).
Selain itu, terdapat dugaan keterlibatan lebih dari satu orang dalam kasus tersebut, berdasarkan keterangan yang disampaikan korban kepada keluarganya. Hal ini menambah kekhawatiran masyarakat setempat terhadap keamanan anak-anak di lingkungan tersebut.
Hingga kini, keberadaan terduga pelaku belum diketahui. Warga menyebut pria tersebut sudah beberapa hari tidak terlihat di kediamannya. Aparat penegak hukum tengah melakukan penelusuran untuk mengungkap kasus ini dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.
Kondisi korban menjadi perhatian serius, mengingat ia tinggal bersama ibunya, sementara ayahnya sedang menjalani masa hukuman. Keluarga berharap pihak berwenang dapat segera menangani perkara ini secara tuntas serta memberikan perlindungan maksimal bagi korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan perlindungan terhadap anak di lingkungan sekitar, serta mendorong pelaporan cepat apabila terjadi indikasi kekerasan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan