WHO menempatkan varian Covid-19 BA.3.2 atau Cicada dalam pemantauan global seiring penyebarannya di puluhan negara dan potensi risiko pada anak-anak.
JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan varian baru Covid-19 bernama Cicada atau BA.3.2 yang telah terdeteksi di lebih dari 23 negara, dengan perhatian khusus pada potensi kerentanan anak-anak terhadap infeksi tersebut.
Varian ini pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan pada November 2024, namun penyebarannya mulai meningkat sejak September 2025. Hingga kini, kasusnya telah ditemukan di sejumlah wilayah seperti Amerika Serikat, Hong Kong, Mozambik, dan Inggris.
WHO menyatakan BA.3.2 saat ini masuk dalam kategori “pemantauan”, yakni varian yang mungkin memerlukan perhatian prioritas dan masih diteliti lebih lanjut untuk mengetahui potensi ancamannya terhadap kesehatan masyarakat global.
Di Amerika Serikat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) melaporkan temuan varian ini di 25 negara bagian. Deteksi dilakukan melalui berbagai metode, termasuk swab hidung pada wisatawan, sampel klinis pasien, hingga pengujian air limbah.
Penamaan Cicada merujuk pada karakteristik serangga tonggeret yang dapat hidup lama di bawah tanah sebelum muncul ke permukaan. Analogi ini menggambarkan pola kemunculan varian yang seolah tersembunyi namun tetap aktif berkembang.
Meski belum ditemukan bukti bahwa varian ini lebih berbahaya dibandingkan galur sebelumnya, para ahli mengingatkan bahwa kelompok anak-anak diduga memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi terhadap infeksi BA.3.2.
Informasi ini sebagaimana diberitakan Detiknews, Rabu, (22/04/2026), yang mengutip laporan berbagai lembaga kesehatan internasional terkait perkembangan varian tersebut.
Sejauh ini, belum ada kebijakan baru yang diumumkan terkait penanganan khusus varian ini. Namun, pemantauan intensif terus dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan terhadap situasi pandemi global. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan