TARAKAN – Pelibatan warga sebagai garda terdepan penanganan awal kebakaran diperkuat melalui edukasi langsung di permukiman oleh PT Pertamina EP Tarakan Field, dengan membekali masyarakat keterampilan praktis menghadapi situasi darurat sejak dini.
Kegiatan sosialisasi dan edukasi kebakaran tersebut digelar pada 14–16 April 2026 di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), dengan melibatkan 207 peserta dari Kelurahan Pantai Amal, Kelurahan Kampung I Skip, dan Kelurahan Mamburungan. Peserta terdiri dari ketua rukun tetangga (RT), Masyarakat Peduli Api (MPA), serta tokoh masyarakat yang dinilai memiliki peran strategis dalam lingkungan permukiman.
Program ini merupakan kolaborasi antara PT Pertamina EP Tarakan Field dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (PMK) Tarakan. Materi yang diberikan mencakup pengenalan sumber risiko kebakaran seperti korsleting listrik dan kelalaian domestik, hingga langkah pengambilan keputusan cepat saat kondisi darurat dengan mengutamakan keselamatan jiwa.
Selain pemaparan teori, peserta juga dilatih secara langsung menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) serta metode sederhana seperti penggunaan karung atau selimut basah untuk memadamkan api. Keterampilan ini dinilai penting sebagai langkah awal pengendalian sebelum petugas tiba di lokasi.
Superintendent Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Operations Tarakan Field Ahmad Supriyadi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi risiko kebakaran.
“Sebagai bagian dari masyarakat, kami berkomitmen memberikan dukungan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana atau kondisi darurat,” ujar Supriyadi, sebagaimana dilansir Indoposco, Rabu (22/04/2026).
Ia menambahkan, selama ini tim Fire Brigade perusahaan juga aktif mendukung penanganan kebakaran bersama PMK Tarakan sebagai bagian dari kerja sama dengan pemerintah daerah.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) PMK Satpol PP dan PMK Tarakan Eko Supriyatnoko menilai peran masyarakat sangat penting dalam penanganan awal kebakaran sebelum petugas tiba di lokasi.
Ia berharap masyarakat mampu bertindak cepat dan tepat saat kebakaran terjadi, sekaligus segera melaporkan kejadian kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secara maksimal.
Apresiasi terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh para lurah setempat yang menilai program tersebut mampu memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun budaya tanggap darurat.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menekan risiko kebakaran di permukiman, tetapi juga meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana secara berkelanjutan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan