BANJAR – Peringatan Hari Kartini ke-62 Tahun 2026 di Kabupaten Banjar dimanfaatkan sebagai momentum penguatan peran perempuan dalam etika sosial dan komunikasi publik, khususnya di era digital. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Banjar menggelar kegiatan tersebut di Mahligai Sultan Adam, Martapura, Rabu (22/04/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Kartini Masa Kini, Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045, Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045” itu dihadiri berbagai unsur perempuan dari organisasi perangkat daerah (OPD) hingga organisasi masyarakat.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Banjar yang juga Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Banjar, Nurgita Tiyas, menekankan pentingnya peran perempuan dalam menjaga sikap, terutama dalam penggunaan media sosial dan interaksi sehari-hari.
“Hal-hal tersebut dapat menjadi bagian dari komunikasi birokrasi dan diharapkan turut mendukung kesuksesan suami masing-masing,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Infopublik, Rabu, (22/04/2026).
Ia menilai perempuan memiliki peran strategis dalam membangun citra keluarga dan lingkungan, termasuk dalam menentukan cara bergaul, berpakaian, hingga menjaga tata tutur bahasa yang baik.
Selain itu, Nurgita juga mengajak perempuan untuk kembali menghidupkan nilai budaya melalui penggunaan kebaya sebagai simbol identitas dan semangat perjuangan perempuan Indonesia.
“Tidak perlu baru, cukup menggunakan kebaya lama dipadukan dengan rok sasirangan dan selendang, sebagai simbol perempuan Indonesia dengan semangat kekartinian,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut mendorong istri aparatur sipil negara (ASN) untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengembangkan potensi diri, termasuk melalui kegiatan seni seperti paduan suara di lingkungan DWP Banjar.
Sementara itu, Kepala Dinsos P3AP2KB Banjar, Erny Wahdini, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni, tetapi juga refleksi atas perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini sebagai tokoh inspiratif perempuan Indonesia.
“RA Kartini bukan hanya pahlawan nasional, tetapi juga simbol perjuangan perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya di tengah keterbatasan pada masanya,” jelasnya.
Erny menambahkan, Pemkab Banjar terus membuka ruang bagi perempuan untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah, baik di sektor pemerintahan maupun sosial kemasyarakatan.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan lomba menghias kerudung paris yang diikuti perwakilan OPD dan instansi di Banjar. Dalam perlombaan tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Banjar meraih juara pertama, disusul Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Banjar sebagai terbaik kedua, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Banjar terbaik ketiga, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar sebagai harapan pertama, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banjar sebagai harapan kedua.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran perempuan Banjar sebagai agen perubahan yang tidak hanya berdaya secara sosial, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan menuju visi Indonesia Emas 2045. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan