Kebakaran Hebat di Lambung Mangkurat Samarinda, 6 Bangunan Hangus

Kebakaran di permukiman padat Samarinda Ilir menghanguskan enam bangunan, melukai dua orang, dan berdampak pada puluhan warga dengan akses pemadaman yang terbatas.

SAMARINDA – Kebakaran melanda permukiman padat di Jalan Lambung Mangkurat, Gang Masjid Blok H dan I, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Kamis (23/04/2026) sekitar pukul 14.30 WITA. Peristiwa ini menghanguskan sedikitnya enam bangunan, menyebabkan 10 kepala keluarga (KK) atau 38 jiwa terdampak, serta melukai dua orang, masing-masing warga dan relawan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, Hendra AH, mengatakan akses menuju lokasi menjadi kendala utama dalam proses pemadaman karena jalan lingkungan yang sempit. “Sangat sempit sekali, jalan tidak bisa dilalui mobil damkar yang cukup besar, hanya bisa dilalui mobil damkar ukuran reguler dengan para relawan yang dengan PMK swasta ukuran kecil,” jarnya saat ditemui seusai memadamkan kebakaran.

Ia menyebutkan, berdasarkan data sementara, terdapat enam bangunan yang terbakar, terdiri dari lima rumah tunggal dan satu bangunan bangsalan tiga pintu. “Hasil data sementara itu enam bangunan, lima bangunan rumah tunggal, satu bangunan bangsalan yang ada di tiga pintu,” ucapnya.

Hendra menambahkan, proses pemadaman berlangsung lebih dari satu jam dengan melibatkan personel dan armada dari dua posko. “Kurang lebih satu jam lebih,” katanya.

Dalam penanganan kejadian tersebut, pihaknya mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran atau fire truck dari dua posko. “Dua posko dengan tiga fire truck,” tutupnya.

Sementara itu, berdasarkan data sementara dari Info Taruna Samarinda (ITS), selain enam bangunan yang terbakar, dua bangunan lainnya turut terdampak. Kebakaran ini menyebabkan 10 KK dengan total 38 jiwa terdampak.

Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, dua orang mengalami luka, masing-masing seorang warga yang mengalami sesak napas akibat asap tebal dan seorang relawan yang mengalami luka pada bagian tangan saat proses pemadaman.

Hendra menyampaikan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. “Penyebabnya ini masih belum tahu, masih belum menunjukkan sementara,” ujarnya.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik. Kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang berkaitan dengan instalasi listrik di kawasan permukiman padat. []

Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com